Bupati Fathul Huda : Banyak Industri Angka Kemiskinan di Tuban Kok Masih Tinggi ?

bupatikotatuban.com – Berbagai perusahan berinvestasi di Kabupaten Tuban, mulai perusahaan semen, minyak, listrik dan berbagai perusahaan lainnya masuk di Tuban. Sehingga, diharapkan dengan masuknya berbagai industri tersebut dapat meningkatkan taraf ekonomi masyarakat Tuban.

Namun, sayang kemiskinan di Tuban masih tinggi. Angka kemiskinan di Tuban masih di atas rata-rata Jawa Timur maupun nasional.

Hal tersebut diungkapkan, Bupati Tuban, Fathul Huda, saat meresmikan gedung kantor pusat PT Semen Gresik, di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Tuban, Jumat (08/08).

Menurutnya, dengan semakin banyaknya industri di Tuban seharusnya angka kemiskinan di Bumi Wali ini harus di bawah angka kemiskinan Jawa Timur atau pun nasional.

Dikatakan, meski angka kemiskinan di Tuban sudah menurun dibanding tiga tahun lalu, namun, masih tetap tinggi. Angka kemiskinan di Tuban pada 2011 lalu mencapai 26 persen. “Sekarang mencapai 18 persen,” tandas Bupati Huda.

Namun, angka itu masih di atas rata-rata nasional maupun regional. Jawa Timur angka kemiskinannya mencapai 13,5 persen, sementara nasional 11 persen lebih. “Angka kemiskinan di Tuban harus lebih kecil dibanding nasional maupun Jawa Timur,” harap Bupati Huda.

Dengan semakin banyaknya dunia usaha yang ada di Tuban, lanjutnya, seharusnya semakin meningkatkan ekonomi masyarakat. Pendapatan per kapita di Tuban juga terus meningkat setiap tahunnya. Tahun ini pendapatan per kapita mencapai Rp20.450.000.

Dengan kondisi itu dan angka kemiskinan masih tinggi disimpulkan Bupati Fathul Huda masih ada kesenjangan yang luar biasa antara si kaya dan si miskin. “Ini menjadi tugas kita bersama, termasuk PT Semen Gresik agar jurang penghasilan si miskin dan si kaya tidak terlalu lebar,” imbuh Bupati Tuban, Fathul Huda.

Lebih lanjut, Bupati Huda mengatakan, selain ekonomi kondisi sosial masyarakat sekitar juga wajib diperhatikan oleh perusahaan. Pasalnya, bukan menjadi rahasia lagi jika daerah di sekitar perusahaan sering digunakan sebagai tempat-tempat yang “negativ”.

”Biasanya di daerah sekitar pabrik itu banyak terdapat warung remang-remang. Sehingga, saya berharap perusahaan dapat menjaga ini agar tidak ada,” tandasnya.

Menurutnya, selain ekonomi dan kondisi sosial, yang tidak kalah penting  diperhatikan terutama untuk perusahaan semen adalah kondisi lingkungan. Pasalnya, perusahaan semen sangat berpotensi sekali merusak lingkungan dalam operasinya. Sehingga, lahan tambang harus diperhatikan sebelum tambang, saat tambang, maupun pasca tambang.

”Jadi, kondisi lingkungan itu wajib diperhatikan oleh perusahaan. Jangan sampai perusahaan itu hanya mencari keuntungan saja dan tidak memperhatikan dapak-dampak yang akan diakibatkan oleh kegiatan perusahaan,” pungkasnya. (duc)

 

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.