DB Mulai Mengganas di Tuban, Satu Meninggal

Pasien DB di RSUD Koesma Tuban
Pasien DB di RSUD Koesma Tuban

kotatuban.com– Penyakit Demam Berdarah (DB) mulai mengganas dan menyerang sejumlah warga Tuban, urtamanya kalangan anak-anak.

Data yang dioperoleh kotatuban.com dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Koesma Tuban menyebutkan, sedikitnya ada 14 pasien masuk rumah sakit tersebut dalam kondisi kekurangan trombosit akibat penyakit yang disebarkan nyamuk Aedes aegypti.

“Bulan Juli saja ada empat belas pasien DB dengan konsisi bervariasi, satu diantarantya kritis dan meninggal dunia,” ujar Siswanto, bagian humas RSUD Tuban.

Pantauan disalah satu ruang perawatan RSUD Dr Koma, sejumlah pasien nampak masih menjalani perawatan intensif akibat demam berdarah, dengan didominasi pasien anak-anak.

“Seluruh pasien yang masuk dengan gejala DB langsung dilakukan uji laboratorium. Jika positif tentu penanganan lanjutan oleh petugas medis melakukan antisipasi agar trombositnya tidak drop, kemudian mengembalikanya ke kondisi normal,” terang Siswanto.

Sementara, dua pasien anak-anak yakni Salisa (5) dan Muhammad Firza (9), dua kakah beradik asal desa Pucangan, Kecmatan Montong, sudah sepuluh hari ini menjalani perawatan di ruang Bugenfil RSUD, kondisi kakak beradik itu sudah berangsur membaik dibanding dengan saat dua bocah itu masuk rumah sakit dengan gejalan demam dan mual, sehingga oleh orangtuanya langsung dibawa kerumah sakit.

Wikoyatun nikmah, ibu pasien mengatakan, awalnya sang anak masuk kerumah sakit karena panas dingin, dan mual hingga muntaah, setelah di uji laboraturium oleh pihak rumah sakit, ternyata positif DB dan harus menjalani perawatan, beberapa hari kemudian satu agi anaknya juga mengalami gejala yang sama dan dibawa ke rumah sakit juga DB.

“Awalnya kakaknya yang kesini duluan, terus adeknya juga terkena DB, gejalanya ya panas terus dingin dan panas lagi, bahkan bmual dan muntah,” kata Wikoyatun.

Munculnya DB membuat warga pucangan itu cemas, dan berharap dinas terlait melakukan penyemprotan foging, agar DB tidak meluas menjangkiti warga lain di sekitar rumahnya. (kim)

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.