Dewan Berencana Panggil JOB Petrochina

JOB PPEJ di Desa Rahayu, Kecamatan Soko
JOB PPEJ di Desa Rahayu, Kecamatan Soko

kotatuban.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tuban, berencana memanggil Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB P-PEJ). Pemanggilan terhadap operator Migas tersebut buntut kisruh antara warga di Desa Rahayu, Kecamatan Soko dengan perusahaan operator miyak itu, lantaran dana kompensasi untuk warga belum di beri.

Pemanggilan tersebut direncanakan akan dijadwalkan pada bulan depan. Selain itu, dewan juga akan memanggil pihak Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya untuk dimintai keterangan terkait hasil kajian tentang dampak gas buang dari Petrochina.

”Rencana bulan depan, baik JOB PPEJ dan pihak ITS rencanannya akan kami jadwalkan pemanggilan untuk dimintai keterangan,” ungkap Cancoko, jurubica komis B DPRD Tuban, Rabu (27/06).

Pemanggilan tersebut terkait dana kompensasi untuk warga dan meminta keterangan tentang rencana kedepan setelah adanya kabar perpanjangan kontrak. Sehingga, nantinya, komitmen dari JOB PPEJ kedepan dan memudahkan mengevaluasi. Selain itu, dengan agenda untuk meminta penjelasan terkait dengan hasil kesimpulan dari kajian pihak ITS Surabaya.

”Kita akan mencari tau dan akan melakukan klarifikasi terhadap perushaan. Apa yang sebenarnya terjadi disekitar perusahaan,” tandasnya.

Menurutnya, pemanggilan nanti juga untuk mempertegas bentuk kerjasama antara Petrochina dengan Badan Umum Milik Daerah (BUMD) kedepannya. Kerjasama itu harus jelas diawal supaya tidak terjadi salah paham dan melupakan komitmen dikemudian hari.

”Kita harus belajar banyak dari kontrak kerjasama yang sudah kita jalin selama ini. Kalau ada yang kurang baik dan kurang menguntungkan bagi masyarakat, maka perlu diperbaiki,” ungkapnya.

Sampai saat ini masyarakat di Desa Rahayu masih bersitegang, lantaran tuntutan uang kompensasi selama tujuh bulan dari Petrochina belum diberikan. Pihak Petrochina juga belum bisa memberikan jawaban dan sikap tegas terkait permasalahan tersebut.

”Petrochina hanya operator dan  wewenangnya berada di SKK Migas Jabanusa. Sehingga, kebijakan apapun harus melalui SKK Migas,” kata Field Admin Superintendent JOB P-PEJ, Akbar Pradima. (duc)

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.