Diduga Bocor Razia Arak Tak Membuahkan Hasil

Petugas saat berusaha melihat ke dalam rumah produksi arak yang dikunci pemiliknya
Petugas saat berusaha melihat ke dalam rumah produksi arak yang dikunci pemiliknya

kotatuban.com – Petugas gabungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tuban, kepolisian Polres Tuban, dan TNI melakukan razia minuman keras (Miras) jenis arak, di Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding, Senin (25/07).

Pantauan kotatuban.com di lapangan, sekitar 30 petugas gabungan menyisir beberapa rumah yang ada tidak jauh dari Balai Desa Prunggahan Kulon tersebut. Aroma khas arak sangat menyengat di daerah yang selama dikenal sebagai daerah memproduksi arak terbesar di Tuban. Namun, dari beberapa rumah yang disisir petugas tersebut tidak membuahkan hasil. Diduga razia ini telah bocor, sehingga, produsen di wilayah itu tak melakukan produksi dan rumah produksi mereka dikunci rapat-rapat.

”Untuk razia kali ini kita belum memperoleh hasil. Dari beberapa rumah yang menjadi target operasi (TO) saat kita datangi terkunci rapat,” terang, Kasi Penegakkan Perundang-undangan Satpol PP Kabupaten Tuban, Wadiono.

Menurutnya, ada beberapa rumah milik warga yang diindikasi masih memproduksi arak. Yakni rumah milik Wiyono, Sulasih, Lamijah, dan Santoso. Dari keempat rumah milik warga tersebut semuanya tertutup rapat, tidak ada penghuninya saat petugas mendatangi rumah yang diduga digunakan tempat memproduksi arak tersebut.

”Kita akan bicarakan terlebih dahulu bersama tim terkait empat warga yang kita curigai masih memproduksi arak ini. Dan tindakan apa yang akan kita lakukan nanti,” tandasnya.

Saat disinggung tentang bocornya razia ini, Wadiono tidak bisa memberikan keterangan secara detail. Namun, pihaknya bakal menelusurinya. Jika memang ada petugas yang membocorkan sudah barang tentu akan ada tindakan.

“Bocor dan tidaknya kami belum bisa memastikan. Yang pasti, mereka sudah tidak beraktifitas dan rumah produksi mereka dikunci sebelum petugas datang,” terangnya.

Menurutnya, jika nanti dari keempat warga tersebut masih memproduksi arak akan diancam dengan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Tuban nomor 16 tahun 2014 tentang penyelenggaraan dan ketertiban umum, dengan ancaman hukuman penjara maksimal tiga bulan atau denda paling banyak Rp 50 juta.

”Jika ini terbukti akan kita tindak tegas, untuk mewujudkan Tuban Bumi Wali,” pungkasnya. (duc)

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.