Dihadapan Sidang Paripurna, Wabup Beber Kematian Bayi di RSUD Koesma

kotatuban.com – Wakil Bupati (Wabup) Tuban, Noor Nahar Hussein, menjelasakan kronologis kematian bayi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Koesma Tuban beberapa waktu lalu kepada anggota dewan saat sidang paripurna, Selasa (24/10).
Kronologis kematian bayi dari salah satu pasien asal Desa Tasikmadu, Kecamatan Palang tersebut disampaikan Wabub Noor Nahar setelah ada permintaan dari Fraksi Golkar dan Keadilan Sejahtera untuk menjelasakan kronologis kejadian tersebut secara jelas.
Orang nomor dua dilingkungan Pemkab Tuban tersebut menjelasakan kronologis peristiwa kematian bayi adalah pada hari Sabtu (16/09) sekitar pukul 05.00 Wib. Saat itu pelaku (perawat) memandikan bayi baru lahir tanpa mengecek suhu air sesuai umur bayi terlebih dahulu.
”Perawat mengabaikan standar prosedur operasional (SOP) yang ada. Sehingga, terjadi hal yang kita tidak ingginkan itu,” tambah Wabup Noor Nahar dihadapan peserta sidang paripurna DPRD Tuban.
Menurutnya, setelah terkena air panas sang bayi terjadi Kombusio atau kerusakan pada kulit atau jaringan dalam yang disebabkan oleh cair panas pada kedua kaki sang bayi. Selanjutnya, atas persetujuan keluarga pagi hari itu juga dirujuk ke rumah sakit Surabaya untuk mendapatkan layanan intensif.
”Setelah lima hari mendapatkan perawatan akhirnya bayi yang baru beberapa hari dilahirkan tersebut tidak tertolong,” ungkap Wabup.
Lebih lanjut, Wabup Noor Nahar menerangkan langkah-langkah yang dilakukan pihak RSUD dr. Koesama Tuban setelah kejadian tersebut langsung menonaktifkan pelaku dan mutasi kepala ruangan bayi. Serta setiap pergantian jaga wajib membaca SOP dan berdo’a untuk keselamatan.
”Pihak rumah sakit juga telah melakukan Asesmen untuk seluruh kepala ruangan bekerjasama dengan tim psikolog Rumah Sakit Angkatan Laut Surabaya. Selain itu, rumah sakit juga telah melengkapi sarana dan prasarana serta alat kesehatan yang dibutuhkan,” terangnya.
Selain itu, pihak rumah sakit juga telah melakukan mediasi dengan keluarga korban dan dapat terselesaikan secara kekeluargaan. ”Kami berharap kedepan tidak adalagi kejadian seperti ini lagi,” pungkasnya. (duc)
Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban