Diserang Hujang Merah Tanaman Warga Langsung Layu

kotatuban.com– Turunnya hujan rintik-rintik dan warnanya agak kemerah-merahan diduga menjadi penyebab layunya tanaman warga di Desa Klutuk, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban. Kejadian yang baru dialami kali ini membuat warga heboh. Setelah tanaman mereka layu tak lama kemudian mati secara perlahan-lahan.

Tanaman warga yang layu mendadak
Tanaman warga yang layu mendadak

M Yakub (51), salah satu petani di desa setempat menjelaskan pucuk daun tanaman cabainya pada Minggu (2/2) siang berubah menjadi kecoklatan, atau layu. Sebelumnya pucuk daun tanamannya terlihat masih segar. Kondisi tanaman itu setelaha sehari sebelumnya turun gerimis dengan air agak kemerah-merahan.

Yakub tak mengetahui pasti mengapa perubahan itu cepat terjadi, namun ia menduga ini terjadi karena hujan rintik yang mengguyur desanya pada Minggu pagi.

Hujan itu, kata Yakub, sangat aneh. Airnya berwarna kemerahan dan terasam asam. Jika terkena tanaman, airnya segera membuat layu dedaunan. “Hampir semua warga mengetahui ini,” kata Yakub yang mengaku   menyimpan air hujan tersebut.

Petugas Pengamat Hama dan penyakit Dinas Pertanian Provinsi Jatim yang bertugas di Kecamatan Tambakboyo dan Kecamatan Kerek, Suryadi mengaku sudah mengecek ke lokasi. Hanya saja, dia belum bisa menyimpulkan penyebab tanaman petani layu mendadak.

Menurutnya, ada banyak kemungkinan yang menjadi dedaunan tanaman warga layu. “Bisa karena diguyur hujan asam atau karena lembabnya tanah dan cuaca,” ungkapnya.

Untuk memastikan itu, lanjut Suryadi, perlu dilakukan uji laboratorium.

Sementara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tuban, Joko Loediono mengaku belum mendapat kabar terjadinya hujan asam ini. Kendati demikian, dia berjanji untuk segera mengecek kebenaran kabar itu.

“Memang cuaca saat ini buruk, hujan dengan intensitas tinggi masih terjadi selama beberapa hari ke depan. Tapi, terjadinya hujan asam ini kami belum ada laporan,” ungkap Joko. (ros)

 

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.