Distributor Dan Kios Pupuk Nakal Terancam Ditutup

Pupuk bersubsidi
Pupuk bersubsidi

kotatuban.com – Pemerintah Kabupaten Tuban melalui Dinas Perekonomian dan Pariwisata berjanji akan bertindak tegas dan akan mencabut izin terhadap sejumlah kios pupuk, maupun distributor pupuk yang disinyalir melakukan penyimpangan.

Tindakan tegas yang dilakukan Pemkab tersebut diambil dengan semakin banyaknya keluhan dari masyarakat tentang adanya kelangkaan pupuk dan banyaknya pupuk ilegal masuk Tuban. Selain itu, pupuk bersubsidi yang beredar di pasaran juga harganya di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
”Kami akan tindak tegas jika ada distributor atau kios pupuk yang terbukti nakal. Bahkan, saya akan cabut ijin kiosnya jika terbukti melakukan tindakan di luar ketentuan yang berlaku dalam penjualan pupuk,” kata Farid Achmadi, Dinas Perekonomian dan Pariwisata Kabupaten Tuban, Kamis (15/01).
Menurut Farid, saat ini pihaknya masih melakukan investigasi dengan tim Komisi Pengawas Pupuk dan Pestisida (KP3). Selain itu, tim juga akan memastikan kebutuhan pupuk di Tuban tercukupi, serta menjamin harga pupuk bersubsidi sesuai dengan HET.
”Tim KP3 saat ini sudah melakukan pengecekan di lapangan dan menindaklanjuti bukti terkait laporan masyarakat, baik pupuk ilegal maupun pupuk yang dijual tidak sesuai dengan HET,” tegas Farid.
Lebih lanjut Farid mengatakan, pihaknya meminta kepada masyarakat agar segera melaporkan bila menemukan oknum distributor maupun kios yang melakukan permainan harga serta tidak menjalankan distribusi pupuk sesuai aturan yang berlaku. ”Tetapi laporan itu harus disertai dengan bukti-bukti yang cukup. Kalau terbukti maka kios nakal itu pasti akan kami ditutup,” tegasnya.
Untuk diketahui, sesuai Peraturan Menteri Pertanian Republik Indonesia nomor 130/SR.130/11/2014 tentang kebutuhan dan harga eceran tertinggi (HET) pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian tahun anggaran 2015, HET pupuk bersubsidi untuk jenis Urea Rp 1.800 perkilogram (Kg), SP-36 Rp 2.000 per Kg, ZA Rp 1.400 per Kg, dan NPK Rp 2.300 per Kg nya. (duc)
Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.