Dukcapil Kembalikan Ratusan Permohonan Akte Lahir

Kabid Pelayanan Kependudukan Disdukcapil-Tuban, Anita-Cetrawat
Kabid Pelayanan Kependudukan Disdukcapil-Tuban, Anita-Cetrawat

kotatuban.com-Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Tuban terpaksa harus mengembalikan 500 permohonan akte kelahiran. Dikembalikannya ratusan permohonan akte kelahiran itu karena persyatannya tidak lengkap. “Kami minta agar persyatannya dilengkapi sehingga bisa diterbitkan akte kelahirannya,” tegas Kepala Disdukcapil Tuban, Djoni Martojo, Rabu (18/7).

Ratusan berkas permohonan akte kalahiran yang dikembalikan itu merupakan bagian dari 2000 permohonan akte kelahiran.

Sebelumnya Dukcapil telah melaksanakan program jemput bola di 20 Kecaatan yang ada di Tuban. Dari program tersebut sedikitnya 2.000 warga mengajukan permohonan akte kelahiran baik untuk anak mereka ataupun memohonkan diri sendiri yang belum tercatat dikutipan akta kelahiran itu.

“Memang ada yang belum dapat kami proses dan kami kembaikan untuk dilengkapi berkasnya,” sela Kabid Pelayanan Kependudukan, Dinas Dukcapil Kabupaten Tuban,  Anita Cetrawati.

Dijelaskan Anita, 25 persen berkas pengajuan akte kelahiran yang belum dapat diproses itu, berasal dari sejumlah kecamatan yang didatangi mobil pelayanan program jemput bola Dukcapil beberapa waktu lalu.

”Jadi, dari total sekitar 2.000 yang masuk, ada sekitar 500 yang masih kurang lengkap persyaratannya. Kekurangan tersebut meliputi keterangan dari desa, kurang stempel desa ataupun persyaratan lainya. Ada juga yang belum dapat kami proses karena pencantuman nama orangtua ditemukan perbedaan antara data keluarga dan di surat nikah,” jelas Anita.

Sementara itu, untuk berkas yang sudah lengkap, Dinas kependudukan langsung melakukan pencetakan dihari yang sama, saat pelaksanaann kegiatan jemput bola dimasing-masing kecamatan.

“Utuk yang sudah kami cetak ada sekitar 500 akte, karena memang semua persyaratan sudah lengkap pada saat diajukan,” katanya.

Diakui Anita, banyaknya kekurangan berkas pengajuan akte kelahiran tersebut diduga lantaran minimnya informasi yang masuk kemasyarakat. Padahal, Dukcapil sebelumnya telah menyampaikan kemasing-masing kecamatan terkait kegiatan tersebut. Banyak masyarakat tidak siap, dan saat pelaksanaan berlangsung di masing-masing kecamatan baru mengajukan berkas seadanya.

“Kebanyakan masyarakat ini tidak tau, mereka baru tahu setelah kami ada di sana. Ini menyebabkan masyarakat tidak siap dengan persyaratan yang harus disiapkan sebagai persyaratan akte kelahiran. Padalah kami sudah memberikan surat pemberitahuan sebelumnya,” papar Anita.

Untuk diketahui, program jemput bola tersebut rencananya akan dilaksanakan Dukcapil setahun sekali. Namun, untuk tahun ini akan dilaksanakan dua kali sebagai langkah awal peluncuran program tersebut. (kim)

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.