Harga Jagung Anjlok Petani Merugi

kotatuban.com – Petani jagung di Kecamatan Kerek, merasa gelisah dengan harga jagung yang semakin anjlok dimusim penen raya ini. Diperparah lagi, hasil penan yang didapat para petani juga menurun dibanding panen sebelumnya.

Munaji, salah satu petani warga Desa Kedungrejo, Kecamatan Kerek, mengaku masa panen telah dirasakan para petani sejak pertengahan bulan Januari kemarin dan sampai saat ini. Namun begitu, harga jagung di pasaran sangat rendah dibanding penan sebelumnya.

“Hasil panen tanaman jagung di lading ini mengalami penurunan, dan harga jagung sangat rendah,” ungkapnya, Senin (30/01).

Menurutnya, menurunnya panen jagung disebakan jagung terserang penyakit putihan dan cuaca yang berubah-ubah. Selain itu, ketika musim tanam kemarin, tanaman jagung juga diserang penyakit.

“Jika cuaca bersahabat dan tidak ada hama, maka hasil panen jagung sangat melimpah di desa ini,” terang Munaji.

Lebih lanjut, panen ini tidak sesuai dengan biaya  perawatan jagung dari pembajakan lahan, tanam bibit dan biaya pupuk yang sangat mahal. Tetapi para petani hanya bisa pasrah dengan kondisi tersebut.

Harga jagung pipil kering yang sebelumnya Rp4.000 per kilogram. Sekarang harga jagung dipasaran menjadi Rp3.300 per kilogram.

Munaji, berharap kedepan harga jagung bisa stabil ketika musim panen tiban dan harga bisa naik pula. Karena semua barang-barang saat ini naik, dan para petani sangat menggantungkan biaya dari hasil panen.

“Pemerintah juga harus selalu memperhatikan nasib petani, baik saat musim panen dan saat tanam. Supaya harga jagung normal dan petani lebih sejahtera,” pungkasnya. (yit)

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.