Hasyim Muzadi : Korupsi dan Aliran Radikal Bebas di Indonesia

kotatuban.com – Kasus korupsi semakin merajalela, begitu juga aliran radikal semakin bebas masuk di Indonesia. Kondisi ini membutuhkan peran yang lebih nyata dari kader-kader nahdliyin. Pengurus maupun kader NU harus tetap melanjutkan perjuangan para ulama, sehingga NU akan semakin besar memberikan peran kemajuan bangsa dan negara di nusantara ini.

Hal itu disampaikan Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi  saat memberikan tausiyah dalam pelantikan pengurus NU Cabang Tuban periode 2013-2018  di Pendopo Krido Manunggal Tuban, Sabtu (11/1).

Menurut tokoh NU kelaharian Bangilan, Tuban itu, Kesinambungan perjuangan para kader NU sangat penting, lebih-lebih saat ini, persoalan zaman semakin kompleks dan aliran radikal masuk ke Indonesia secara bebas. “Kader maupun pengurus harus tetap waspada dan terus meneladani perjuangan ulama,” katanya.

Lebih lajut Hasyim Muzadi mengatakan, diharapkan para kader NU tetap memegang teguh ajaran dan nafas NU. Pasalnya, saat ini banyak orang yang mengaku NU, namun, apa yang dilakukan jauh melenceng dari ajaran NU. Selain itu, pada kesempatan tersebut Hasyim Muzadi juga berpesan kepada pengurus dan anggota PCNU Tuban yang baru dilantik agar menjunjung tinggi ajaran NU. ”Persatuan dan kesatuan juga harus dijaga untuk mempertahankan NKRI. Bagi NU, NKRI itu harga mati dan tidak boleh ditawar-tawar lagi,” tandasnya.

Pada kesempatan yang sama Bupati Tuban Fathul Huda mengatakan, diharapkan PCNU Tuban yang baru dilantik dapat bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban dalam memajukan kehidupan masyarakat. Seperti membantu pemerintah dalam memajukan pendidikan. ”Melalui lembaga Ma’arif nya NU saya harapkan dapat memajukan pendidikan di Tuban, kedepan harus bisa membuat universitas NU, tidak cukup hanya akademi saja,” pungkasnya. (duc)

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

3 Comments

  1. Pak, Anas Urbaningrum itu anaknya wong NU di Blitar, mertuanya KH Attabik Ali mantan Ketua PW NU Yogyakarta, maaf Pak, kader2 kayak gitu banyak nyumbang NU dari hasil korupsi, tapi kalau sudah ditagkap dan ditahan KPK, kenapa wong2 NU kok nggak membela, mung Mbidek wae….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.