Isu Pesugihan Gegerkan Warga Jadi

AKP Mardiyah usai m,empertemukan warga Jadi
AKP Mardiyah usai m,empertemukan warga Jadi

kotatuban.com-Isu pesuhigan membuat warga Desa Jadi, Kecamatan Semanding geger. Bahkan, karena isu dan desas-desus yang berkembang di masyarakat, seorang warga yang dituduh memiliki pesugihan hampir menjalani ritual sumpah pocong. Untunglah isu yang berkembang tersebut dapat diredam setelah warga menggelar pertemuan bersama tokoh masyarakat dan tokoh agama di balai desa setempat.

Kapolsek Semanding, AKP Mardiyah, yang ditemui kotatuban.com di lokasi pertemuan menjelaskan, isu pesugihan yang muncul dimasyarakat bermula saat salah seorang warga Desa Jadi bernama Satian (50) dianggap memiliki pesugihan.

“Satian adalah seorang dengan ekonomi agak mapan, kebetulan di desa ada orang sakit dan ngigo seperti kesurupan, menyebut nama pak Satian punya pesugihan,” kata AKP Mardiyah.

Dijelaskan Kapolsek Semanding, sebelum isu tersebut berkembang secara luas, seorang warga yang juga  bidan desa bernama Yayuk, melahirkan anak. Namun, bayi tersebut meninggal sesaat setelah dilahirkan. Beberapa hari kemudian, salah seorang warga sakit dan mengigau, jika yang memakan bayi tersebut adalah pesugihan warga Jadi bernama Satian.

“Dari situ, entah kebetulan atau tidak, ada warga yang akan melahirkan diantar ke bidan, oleh istri Satian dan bayi itu meninggal. Akhirnya bidan Yayuk juga mempercayai gosip sebelumnya itu, “ papar Mardiyah.

Setelah tuduhan tersebut, keluarga satian akhirnya diajak sumpah pocong oleh Yayuk, dengan maksud  akan memberikan bukti jika apa yang dituduhkan Yayuk adalah benar. Merasa tidak terima, keluarga Satian juga mengajak Yayuk untuk disumpah pocong bersama-sama. Tapi akhirnya Yayuk tidak bersedia disumpah dan memilih jalan damai. Apalagi,  setah Kapolsek Semanding AKP Mardiyah dan tokoh masyarakat, serta tokoh agama Desa Jadi mempertemukan kedua belah pihak.

“Gak ada sumpah pocong mas, semua sudah diselesaikan secara kekeluargaan, setelah keduanya kami pertemukan di sini, semua menerima dan saling memaafkan,” pungkas AKP Mardiyah. (kim)

 

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.