Jembatan Dibongkar, Ganggu Arus Mudik

Timbulkan kamacetan
Timbulkan kamacetan

kotatuban.com-Arus mudik yang melewati Jl Tuban-Merakurak bakal terganggu. Pasalnya, jembatan di Desa Mandirejo, Kecamatan Merakurak, yang sedang di bongkar diperkirakan belum rampung dalam waktu dekat.

Bahkan, tak jarang di jalur itu menimbulkan kemacetan panjang. Padatnya kendaraan yang harus melintas bergantian di jembatan darurat membuat kendaraan baik roda empat maupun roga dua harus bersabar mengantre agar tidak terjadi tumpukan kendaraan di atas jembatan darurat tersebut.

Terlebih saat jam-jam menjelang berbuka puasa antara jam 16.00 hingga jam 17.00 atau pagi antara jam 07.00 hingga jam 09.00. Jalur yang menjadi jalur utama karyawan menju pabrik semen PT Semen Indonesia itu pada jama-jam itu ramai dan tak jarang membuat tumpukan kendaraan dari dan menuju arah Tuban.
Tidak hanya macet, sejumlah kendaraan bertonase besar yang tidak mengetahui adanya pembongkaran jembatan juga terpaksa balik arah karena jembatan darurat maksimal hanya dilewati mobil penumpang umum dan pribadi. Selebihnya harus melewati jalur alternatif, seperti jalur masuk Desa Kapu, maupun jalur pantura Sugihwaras Jenu.

Sujoko (49) warga desa Pucangan, Montong, salah seorang sopir dum truk mengaku, harus melewati Jalan Desa Kapu meski kendaraanya sedang dalam keadaan kosong. Sebelum masuk jalur yang sedang dalam perbaikan,  Dia telah diperingatkan rekan sesama sopir agar tidak melintas di jembatan yang sedang diperbaiki.

“Pas bereangkat mau ke Tuban sudah lewat Jalan Desa Kapu, sekarang ada isinya ya lewat sini lagi, tadi dibilangi sesama sopir kalau jembatan dibongkar,” terang Joko.

Berbeda dengan Sujoko yang  sudah diperingatkan rekanya sebelum masuk di kawasan jembatan yang dibongkar, pengemudi truk yang berasal dari arah Tuban terpaksa putar arah ditengah antrian kendaraan yang akan melintasi jembatam darurat karena pekerja jembatan melarang kendaraan tersebut melewati jembatan darurat dari kayu yang cukup sempit.

“Gak boleh mas, ini balik, padahal treknya kosong,” kata sopir yang tidak menyebutkan namanya itu, dari belakang kemudi dengan suara keras.

Sebenarnya pemegang proyek sudah memasang rambu-rambu di pertigaan pasar Merakurak dan pertigaan jalan Mondokan, agar kendaraan besar tidak terlanjur masuk. Namun masih banyak kendaraan yang nekat masuk karena alasan tanpa muatan dan akhirnya harus kembali. (kim)

 

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.