JOB PPEJ Tak Lagi Biayai Kesehatan Warga Berdampak

Warga Rahayu saat berobat di Polindes setempat
Warga Rahayu saat berobat di Polindes setempat

kotatuban.com. Joint Operating Body Pertamina Petrochina East Java (JOB PPEJ) sudah tidak lagi memberikan bantuan pengobatan bagi warga sekitar lokasi pemboran operator lapangan Mudi, Desa Rahayu, Kecamatan Soko. Warga mengaku sejak setahun terakhir ini membiayai pengobatan sendiri.

Warga Desa Rahayu, Kecamatan Soko, Kabupaten Tuban setiap hari harus bertarung dengan bau tak sedap, dan menyengat yang ke luar dari gas flare dari pemboran lapangan Migas Mudi, Blok Tuban, yang ada di desanya.

Warga paling terdampak adalah yang rumahnya tak jauh dari lokasi gas flare. Tragisnya Polindes di desa setempat kehabisan stok obat, sehingga warga berobat dengan biaya sendiri ke dokter. Mereka juga tak menerima bantuan masker, atau pelindung lain untuk menangkal bau busuk dari gas flare tersebut.

Sejumlah warga Desa Rahayu yang ditemui di desanya menyatakan, jarak antara rumah dengan lokasi pengeboran hanya sekitar 100 meter. Namun, bau busuk menusuk hidung tidak bisa dihindari.

Bahkan, salah satu warga mengaku dua anaknya yang masih usia kanak-kanak harus mendapatkan perawatan rutin dari dokter karena sesak nafas yang dideritanya.

“Saya tidak tahu, sesaknya itu karena apa. Tapi yang jelas kalau anginnya berhembus kencang, dan timbul bau yang sangat menyengat penyakit kedua anak saya pasti kambuh,” kata Muniroh (40), warga setempat.

Terpisah, Kepala Desa Rahayu, Sukisno, membenarkan kondisi warganya tersebut. Bahkan, Pemdes harus menalangi dana untuk bidang kesehatan baik pelayanan obat gratis, Posyandu, dan kegiatan lainnya.

“Kami sudah mengajukan proposal berkali kali, tapi tidak juga dikabulkan,” tandasnya.

Sementara pihak JOB PPEJ belum berhasil dikonfirmasi masalah ini. (*)

 

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.