Duh,.. Kambing Gematumaskin ; Kecil, Kurus dan Tak Sehat

kotatuban.com– Sangat disayangkan, bantuan kambing bagi warga miskin dalam program Gerakan Membantu Masyarakat Miskin (Gematumaskin) kondisinya tidak sehat. Bahkan, kecil dan kurus, selain itu sebagian malah sudah  mati setelah beberapa hari diserahkan kepada warga yang berhak.

Seperti yang diterima Muhammad Abdul Kodir (38) warga Desa Ngimbang, Kecamatan Palang, Tuban ini. Warga miskin ini mendapat bantuan seekor kambing. Kambing miliknya itu dipelihara bersama dua kambing milik tetangganya.

Kambing program Gematumaskin
Kambing program Gematumaskin

Selain kambingnya sangat kecil, kurus dan mencret. Kondisi kesehatannya sangat menghawatirkan. Bahkan, kambing yang diberikan Abdul Kodir tidak bisa berdiri. Kalau pun dipaksakan tampak kaki belakangnya sangat berat menyangga badan kambing yang hanya tinggal tulang dan kulit itu.

Karen keinginan kuat agar kambingnya bisa bertahan hidup,  Abdul harus ekstra keras memelihara kambing bantuan itu. Terkadang ia juga harus mengeluarkan uang untuk membeli obat-obatan agar kondisi kambing bisa sehat kembali. “Sudah satu bulan ini kondisi kambingnya seperti ini,” kata Abdul Kodir, kemarin.

Walau kambing itu penyakitan, Abdul dan kelompoknya masih bisa merawat kambing bantuan pengentasan kemiskinan di desa itu hingga kini. Sedang warga lainnya, yang juga mendapat bantuan serupa harus menerima kenyataaan kalau kambingnya berpenyakitan.

“Karena sudah terlanjut saya tetap memeliharanya. Siapa tahu sakitnya ini tidak lama,” kata Abdul.

Menurut Kepala Desa Ngimbang, Yayik Achmad Wijaya (32) sudah ada 4 ekor kambing bantuan yang mati.  “Satu ekor mati saat masih di lumbung (tempat pemeliharan kambing di desa). Sisanya mati ketika  sudah dipelihara warga,” ujar Yayik.

Kendati demikian, Yayik memastikan kalau bantuan kambing untuk desanya yang berjumlah 29 ekor jantan, dan 4 ekor betina itu masih utuh. Kambing yang mati sudah diganti sesuai kesepakatan sebelumnya, yakni kambing yang mati dalam jangka waktu lima hari saat diberikan akan diganti.

Tak hanya itu saja, Yayik juga menambahkan kalau kondisi kesehatan kambing jawa ini sangat buruk. Selain sakit seperti yang dialami Abdul, kambing-kambing bantuan itu juga susah makan dan minum.

Yang disayangkan Yayik sejak awal juga merasa kambing yang telah diserahkan tak sesuai kesepakatan tertulis dimana kambing harus berumur delapan bulan. “Ukuran kambingnya ya seperti itu. Kurus, sepertinya masih lima bulan,” ungkap pria berkaca mata ini.

Walau mendapati kecurigaan seperti itu, Yayik enggan memprotes. Ia menerima bantuan itu, lalu menyalurkannya pada 29 kelompok, serta warga lain yang berkategori miskin di desa itu. Belakangan, keputusan ini cukup membebaninya karena bantuan kambing justru membebani warga miskin di desa itu. “Andai bantuan itu tepat, mungkin warga tidak susah seperti ini,” ungkap Yayik.

Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Palang Achmad Turmudzi menolak mengomentari bantuan yang dananya diambilkan dari APBD Tuban itu. Alasannya, bantuan itu langsung diserahkan ke desa. “Kami memang tahu ada bantuan kambing , tapi kecamatan tidak tahu bagaimana prosesnya. Sebab bantuan itu langsung diserahkan ke desa,” tutur Achmad. (ros)

 

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.