Kedatum Beralih Fungsi Jadi Lokasi Parkir Wisata Boom

image

kotatuban.com-Kedai Dahar Pasar Atom (Kedatom) Tuban, di area pintu masuk Pantai Boom Tuban kondisinya semakin mengenaskan. Semula Kedatum  dibangun untuk relokasi Pedagang Kaki Lima (PKL) sekitar Jalan Yos Sudarso, tapi, kini malah menjadi parkir motor pngunjung wisata pantai Boom.

Diduga beralih fungsi Kedatom, karena sepinya pengunjung. Bahkan sejumlah kedai yang dibangun dari uang rakyat itu memilih tutup. Sayangnya, kedai yang masih nekat menjual makanan malah bercampur dengan sepeda motor pengunjung wisata Boom.

“Sekarang gak nyaman mas. Padahal, beberapa waktu lalu saya pernah kesini bersih, ini semerawut karena bercampur sengan parkiran kendaraanarkir juga disini,” ujar salah seorang pengunjung asal Kabupaten Lamongan, Nina, Senin (5/1).

Parkir sepeda tidak hanya di depan jualan di Kedatum, tapi, juga naik di tempat yang seharusnya hanya untuk meja dan kursi pengunjung. Akibatnya, tak heran pengunjung yang akan makan maupun minum harus berbagi tempat dengan kendaraan yang parkir di lokasi itu.

“Ini parahnya parkir sampai naik di sini. Ini kan seharusnya untuk pengunjung yang ingin makan atau minum,” terang pengunjung lain bernama Habib warga Kecamatan Montong.

Untuk diketahui, Kedatom Tuban, dibuka dan diresmikan oleh Bupati Tuban Fathul Huda pada April 2013 lalu, untuk tujuan relokasi  32 PKL  yang sebelumnya berjualan di Jalan Yos Sudarso, depan pintu masuk Pantai Boom Tuban. Kedatom yang sebelumnya merupakan pasar Atom disulap menjadi kedai ragam kuliner. Sayangnya tempat yang dibangun itu justru menjadi lahan parkir yang jauh dari tujuan semula.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan dan Pariwisata, Farid Ahmadi merasa kaget dengan beralihnya Kedatum menjadi lahan parkir. Sebab, semula sepeda motor itu diperbolehkan masuk hingga depan Kedatum demi pengamanan semata.

” Kalau motor pengunjung dekat di kedai kan hanya untuk pengamanan saja, bukan untuk parkir. UPTD-nya kok tidak lapor ke saya ya,” papar Farid Ahmadi.(kim)

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.