Kuartal Pertama Seratus Ton Semen Holcim Tak Terjual

Pabrik semen Holcim di Desa Merkawang, Kecamatan Tambakboyo, Tuban
Pabrik semen Holcim di Desa Merkawang, Kecamatan Tambakboyo, Tuban

kotatuban.com – Melemahnya kondisi pasar pada semester pertama tahun 2016 ini membuat kondisi pasar tak stabil. Sehingga, hal tersebut membuat daya beli masyarakat cenderung menurun.

Tak hanya itu, melemahnya kondisi ekonomi nasional tersebut juga berdampak terhambatnya pembangunan infrastruktur. Sehingga, hal tersebut sangat dirasakan dampaknya oleh dunia industri. Terutama industri semen. Kondisi tersebut tak pelak membuat dunia industri semen harus memiliki strategi kusus untuk mempertahankan marketsher atau pangsa pasarnya.

”Kita harus memiliki strategi kusus, untuk mempertahankan marketsher kita dalam kondisi ekonomi nasional seperti ini,” terang, Corporate Communications Manager PT Holcim Indonesia Tbk, Diah Sasanawati, Jumat (24/06).

Pada kuartal I tahun ini PT Semen Holcim pabrik tuban hanya mampu menjual pododuknya antara 200 hingga 300 ton. Sementara produksi kuartal I sebesar 400 ton, sehingga sisa 100 ton masih tersimpan di gudang mereka. “Kalau ada yang mau borong silahkan, “ terang Diah sambil tersenyum.

Ditambahkan, meski situasi bisni semen kuartal I agak melemah, namun, dengan diakuisisi PT Lafarge Cement Indonesia merupakan langkah strategis perusahaan guna meningkatkan pangsa pasar. Serta memperluas keberadaan dan jangkauan Holcim Indonesia. Selain itu, perusahaan juga melakukan berbagai inovasi seperti Semen berpori, beton yang cepat kering, dan berbagai inovasi lain dilakukan Holcim untuk tetap mempertahankan pangsa pasar.

”Akuisisi Lafarge Cement ini sekaligus dapat mengatasi kekurangan pasokan semen yang ada di pasar Sumatra Utara dengan ketersediaan pasokan dari pabrik Tuban,” tandasnya. (duc)

 

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.