Lima Siswa SMP Dipastikan Gagal Ikut UN

kotatuban.com-Lima siswa SMP Ariotejo, Kecamatan Parengan, Tuban  dipastkan gagal mengikuti ujian nasional (UN) yang akan digelar pada 5 hingga 8 Mei mendatang. Gagalnya lima siswa tersebut lantaran terlambat didaftarkan ke Dinas Pendidikan.

Kasi Kurikulum Bidang Pendidikan SMP/SMA/SMK/ Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Tuban, Heni Indriana, mengatakan, jika kelima siswa itu baru didaftakan setelah data siswa menjadi data nominasi peserta UN.

Kasi Kurikulum Bidang Pendidikan SMP/SMA/SMK/ Dispora Kabupaten Tuban, Heni Indriana
Kasi Kurikulum Bidang Pendidikan SMP/SMA/SMK/ Dispora Kabupaten Tuban, Heni Indriana

Selain masalah yang mendera kelima siswa itu, ternyata SMP Ariotejo juga belum memiliki ijin. Bahkan, saat dilakukan pengecekakan atas pengajuan bantuan operasio sekolah (BOS) untuk 120 siswa, justru siswanya tidak ada sama sekali.

“Saat kami cek, sekolah itu tidak ada siswanya. Awalnya, kami juga tidak mengetahui kalau ada SMP Ariotejo. Kami tahunya ya saat pengajuan dana BOS itu,” tandas Heni.

Meski belum memiliki ijin sebetulnya kelima siswa itu bisa digabung dengan sekolah lain yang sudah berijin. Namun, sayangnya setelah semua tuntas, baru didaftarkan sehingga terlambat.
Pihaknya juga belum bisa memberikan keputusan atas keterlambatan pendafataran kelima siswa itu. Jika memang tidak bisa mengikuti UN bisa saja mengikuti UN Paket B atau mengulang satu tahun lagi. “Kalau tidak ikut Paket B ya ikut UN tahun depan,” terangnya.

Sekedar diketahui, tahun ini peserta UN di Kabupaten Tuban dari jenjang SMP dan SMA Sederajat sebanyak  25.422 sedangkan tahun sebelumnya hanya 19.922. jika di rinci jumlah tersebut meliputi SMP  9665 peserta, MTs 5349 peerta, SMA 3422, MA  2695 dan SMK  4291 peserta. Ujian nasional untuk SMA akan dilaksanakan pada 14 hingga 16 April, sedangkan tingkat SMP akan dilaksanakan pada 5 hingga 8 Mei mendatang. (kim)

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

1 Comment

  1. Sungguh tragis , pertAnda tidak pekannya dinas pendidikan terhadap anak didiknya , mestinya hal ini bisa di antisipasi jauh2 hari , sehingga gK ada anak didik yang tertinggal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.