LJK Tak Lengkap Siswa Takut Tak Lulus

Siswa saat mengerjakan UN
Salah satu guru saat menunjukkan lembar jawaban

kotatuban.com -Setelah naskah berisi salah satu kandidat calon persiden republik Indonesia Joko Widodo, hari terahir pelaksanaan Ujian Nasional (UN), Rabu (16/4), siswa menemukan lembar jawaban komputer (LJK) bidang studi Bahasa Inggris tidak memiliki option E (pilihan E). Padahal setiap soal yang dikerjakan siswa dalam pilihan ganda memiliki option A, B, C, D dan E.

Salah satu peserta Unas, M Amir Hidayatullah (18), mengatakan,  mata pelajaran (mapel) Bahasa Inggris tidak sesuai dengan soal yang ada. Kolom pilihan di LJK ini hanya terdapat huruf A,B,C, dan D saja. Sementara dalam soal, pilihan jawaban sampai huruf E. Menemukan kejanggalan dalam LJK mliknya, siswa tersebut langsung melaporkan kepada pengawas ruangan.

“Saya laporkan ini kepada pengawas dan bapak ibu guru,” kata Amir,siswa  MA Ash Shomadiyah, Jalan KH Agus Salim, Tuban.

Siswa tersebut mengaku sempat kaget. Dia khawatir soal yang sudah dikerjakanya tidak dapat di koreksi oleh komputer, sehingga membuatnya tidak lulus karena kesalahan teknis yang terjadi.

“Takut saja salah, kan ini lembar dikoreksi pakai komputer,” katanya.

Sementara itu Kepala MA Ash Shomadiyah, Riza Shalahuddin Habibie, membenarkan adanya temuan LJK bermasalah itu  oleh siswanya. Dia juga mendapatkan informasi kalau beberapa sekolah lain di Kabupaten Tuban, mengalami hal yang sama pada salah satu paket dari 20 paket soal yang ada. Hal tersebut dinilai  sangat merugikan pelajar. Karena berpengaruh pada kondisi psikis siswa dalam mengerjakan soal tersebut secara keseluruhan.

“Ada sekitar 16 siswa IPS yang mendapatkan LJK yang tidak sesuai dengan pilihan jawaban soal. Otomatis kesalahan percetakan ini merugikan peserta, karena berpengaruh dengan kondisi psikis siswa,” tambahnya.

Kesalahan itu kemudian dilaporkan ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) setempat. Sementara ini, LJK yang tidak sesuai dengan soal tersebut telah dipisahkan dan menunggu koordinasi dari Disdikpora Tuban.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Tuban, Sutrisno menjelaskan, kejadian itu tidak hanya terjadi di Tuban, tapi, menyeluruh. Namun, begitu, siswa tidak perlu resah.

“Jika ada jawaban E, siswa cukup membuat kolom E secara manual. Dan siswa tidak perlu resah dengan itu. Nantinya, pihak Unair selaku pemindai (korektor) akan melakukan pemindahan sehingga bisa dibaca di komputer,” terang Sutrisno. (kim)

 

.

 

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.