Mantan Asper Disebut Pemberi Perintah Penjualan Kayu Perhutani

perhutanikotatuban.com– Sidang lanjutan kasus kayu jati ilegal yang melibatkan petugas hutan RPH Becok, BKPH Merakurak, KPH Tuban, Solikin dan Sumarwi, munculkan fakta baru setelah Majelis Hakim menghadirkan saksi mantan Asisten Perhutani (Asper) Tuban, Khaidir.  Fakta baru tersebut terkait keberatan para terdakwa yang menyebut Khaidir adalah orang yeng memberi perintah untuk menjual kayu jati milik Perhutani yang berada di Pos Perhutani setempat.

Jaksa Penuntut Umum, Widiyanto Nugroho menjelaskan, sidang lanjutan kasus kayu jati tersebut masih mengagendakan pemeriksaan saksi-saksi. Dan pada persidangan kesekian kalinya itu, Majelis Hakim menghadirkan Khaidir, mantan Asper Tuban, yang masih menjabat saat kasus penjualan kayu jati tersebut masuk ranah hukum dikepolisian.

“Salah satu saksi yang dihadirkan adalah mantan Asper yang sebelumnya menjabat disini,” kata Widi.

Dalam pemeriksaan kali ini, Khaidir bersikukuh bahwa pemindahan kayu milik perhutani bukan atas perintahnya. Namun para terdakwa yang diberikan kesempatan untuk menyatakan keberatan membantah sebaliknya. Menurut versi terdakwa, pemindahan kayu adalah perintah Khaidir yang saat itu masih Asper di Tuban.

“Fakta baru yang terungkap bahwa saksi Asper mengelak pemindahan kayu itu atas perintahnya. Namun dalam keberatan terdakwa, Asperlah yang memerintahkan mereka”, terang Widi.

Lebih lanjut kata Widi, keberatan para terdakwa tidak akan berarti apa-apa dikarenakan dalam berkas perkara tidak ada keterangan yang menyebutkan saksi Asper yang memberi perintah para terdakwa untuk menjual kayu milik perhutani, sehingga JPU tidak melihat adanya pelanggaran pidana oleh mantan Asper itu.

“Meski dibantah, JPU tidak melihat keterlibatan Asper, karena dalam berkas perkaranya tidak bunyi ada perintah dari saksi Asper,” terang Widi.

Sementara itu, pendamping para terdakwa Heri Subagyo, mengatakan, kesaksian Khaidir dianggap tidak sesuai kejadian sebenarnya. Sebab menurut Heri, para terdakwa tidak akan berani memindahkan kayu dari pos tanpa intruksi atasan mereka yakni mantan Asper Khaidir.

“Mereka bawahan, saya percaya bahwa saudara saya (para terdakwa) tidak melakukan itu tanpa intruksi atasannya, ” kata Heri.

Hal senada juga diungkapkan Dartik, istri terdakwa Sholikin. Ia tidak yakin suaminya yang sudah 23 tahun mengabdi di Perhutani berani melakukan hal itu, sebab selama bekerja, suaminya itu tidak sekalipun terlibat masalah apalagi sampai aksi illegal logging.

 

“Suami saya itu sudah 23 tahun di Perhutani, tidak pernah neko-neko, saya percaya suami saya jujur,” terang Dartik, sambil menangis karena tak kuasa menahan kesedihan. (kim)

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.