Miyadi : Huda-Noor Jilid 2 Opsi Final PKB Tuban

Kembali duet. Pasangan Fathul Huda dan Noor Nahar Hussein, kembali diusung PKB Tuban pada Pilkada Tuban Desember 2015
Kembali duet. Pasangan Fathul Huda dan Noor Nahar Hussein, kembali diusung PKB Tuban pada Pilkada Tuban Desember 2015

kotatuban.com– Seperti yang sudah diprediksi banyak kalangan, DPC PKB Tuban memastikan bakal mengusung kembali duet Fathul Huda dan Noor Nahar Hussein (Huda-Noor) dalam pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Kabupaten Tuban yang digelar bulan Desember tahun 2015. Kepastian tersebut diungkapkan HM. Miyadi, S.Ag, Sekretaris DPC PKB Tuban yang pada Pilkada Tuban 2011 lalu bertindak sebagai ketua Tim Sukses pasangan tersebut.

“Sudah kami sampaikan diinternal kami,  jika Hudanoor harus jilid Dua,” kata Miyadi, kepada kotatuban.com, Selasa (3/3).

Selanjutnya, Miyadi menegaskan pihaknya akan membuka pintu selebar-lebarnya bagi partai lain yang ingin bergabung untuk mengusung Hudanoor. Sebab, menurut Miyadi, pasangan Hudanoor telah menunjukkan prestasi yang baik dalam memimpin Tuban. Untuk itu, jika ada partai maupun pihak lain yang ingin bersama-sama membantu Hudanoor jilid 2, pihaknya akan bersikap welcome.

“Monggo silahkan jika mau merapat. Tapi ayo kita sukseskan jilid dua Huda Noor,” tutur Miyadi.

Miyadi mengatakan, dengan perolehan kursi PKB yang signifikan pada Pileg lalu, PKB Tuban memang sudah memenuhi syarat untuk mengusung pasangan calon secara mandiri. Untuk itu, mengusung pasangan Hudanoor jilid 2 adalah opsi final bagi PKB Tuban. Artinya, pihak manapun yang ingin bergabung dan berkoalisi dengan PKB, harus menyetujui opsi tersebut.

Meski sudah final dalam mengusung Hudanoor, lanjut Miyadi, menyangkut tatacara dan mekanisme pencalonan, pihaknya tetap akan menunggu petunjuk teknis dari KPU. Sebab, hingga kini, Undang-undang tentang Pilkada, meski sudah disetujui DPR, masih menunggu pengesahan. Di sisi lain, KPU Pusat juga masih menyusun beberapa peraturan dan keputusan yang berkenaan dengan Pilkada 2015.

“Ini sudah kami komunikasikan dengan internal, namun untuk selanjutnya kami tetap menunggu intruksi KPU bagaimana juknisnya,” tuturnya. (kim)

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.