Ombak Laut Masih Ganas Warga Pesisir Semakin Cemas

kotatuban.com-Masihmengganasnya ombak Laut Utara Jawa membuat sekitar 100 kepala keluarga yang bermukim di  Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, Kabupaten Tuban semakin cemasan. Mereka takut jika sewaktu-waktu rumah yang mereka huni am,bruk diterjang pmbak laut.

Anggota TNI bersama warga lakukan kerjabakti buat tangguldarurat
Anggota TNI bersama warga lakukan kerjabakti buat tangguldarurat

Kecemasan warga ini bisa dimaklumi, karena   tangkis penahan ombak di desa mereka telah hancur diterjang ganasnya ombak laut beberapa waktu lalu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Tuban, Joko Ludiono mengatakan pemerintah kabupaten masih mengusahakan pembangunan tangkis darurat untuk warga.

Pembangunan tangkis itu berupa susunan batu, karung pasir, gedek atau anyaman bambu, serta bambu. “Tangkis pemecah ombak ini hanya sementara, karena kondisinya darurat,” kata Joko, Rabu (5/2).

Walau darurat, kata Joko, pemerintah juga sudah memiliki rencana pembangunan tangkis jauh sebelum tangkis pemecah ombak ini hancur. Apalagi areal tangkis pemecah ombak yang hancur itu sebenarnya sudah masuk dalam peta pengembangan tangkis Perairan Laut Utara Jawa yang akan berjalan pada tahun ini. Tangkis pemecah ombak itu panjangnya 14 kilometer.

“Jika warga menyediakan lahan, dan siap. Tentu rencana pembangunan itu bisa dilangsungkan tepat waktu,” kata Joko.

Menurut Joko, cuaca di Perairan Laut Utara Jawa saat ini sudah berangsur-angsur normal. Ketinggian ombak sudah mulai mengalami penurunan dari hari sebelumnya.

Ketua RT 3, RW 3, Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar, Arifin (56) juga membenarkan jika ombak sudah menurun, dan tak lagi ganas.

Kendati demikian, dia dan warga lainnya masih harus waspada. Alasanya tinggi ombak lautan masih mengenai dinding rumah walau tak sebegitu deras dibanding kemarin. Mereka masih khawatir jika hempasan ombak kembali menghancurkan dinding rumah.

Menurut Arifin, tanggul darurat yang berupa tumpukan batu, dan karung pasir yang warga bangun sejak bersama anggota TNI diharapkan bisa mengurangi dampak abrasi. Namun, karena tingginya ombak, tanggul setinggi setengah meter itu hanya mampu menahan tanah rumah agar tak tergerus arus.

Kini warga terus berjaga tiap malamnya. Mereka juga mengungsikan anggota keluarga ke rumah kerabatnya, berikut berbagai barang berharganya.

Begitu juga dengan puluhan keluarga lain yang bermukim di sepanjang pinggir Laut Utara Jawa. Sebagian dari mereka sudah mengungsi. Kendati demikian, itu tak membuat suasana di pemukiman tersebut sepi ketika malam tiba. Para sopir truk yang melintasi Jalur Pantura silih berganti singgah di warung yang berjejer di depan pemukiman ini.

“Selama tangkis darurat pemecah ombak belum dibangun, kondisi ombak masih ganas,” Abdul Walid, warga setempat. (ros)

 

 

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.