Partisipasi Masyarakat dalam Pileg 2014 Diprediksi Minim

kotatuban.com-Tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 diprediksi minim. Minimnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya memberikan suara, dinilai sebagai faktor utama minimnya partisipasi masyarakat.  Ditambah lagi dengan sikap para calon legeslatif (Caleg),  yang hanya mendekat kepada masyarakat saat pencalonan menambah apatisme masyarakat untuk memberikan suaranya dalam pemilu.

pemilu“Bicara soal pendekatan ke masyarakat, komunikasi para calon dan masyarakat, hanya saat mereka butuh (minta dukungan). Setelah mereka jadi komunikasi tidak terbangun dengan baik. Ini salah satu penyebab masyarakat semakin apatis. Masyarakat menganggap datang ke tempat pemungutan suara (TPS) itu tidak penting,” ujar Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Tuban, Sullamul Hadi, Rabu (12/3).

Dia memprediksi, tingkat partisipasi dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang ada di Kabupaten Tuban, yakni 922.858 pemilih di atas sedikit dari angka 50 persen saja. Jumlah tersebut belum lagi, jika dalam pelaksanaan pemilihan terdapat kesalahan pencoblosan yang membuat suara tidak sah, tentu akan semakin memperkecil jumlah pemilih sah pada Pemilu menatang.

“Kadang sikap apatis itu muncul karena masyarakat merasa dibohongi oleh janji para calon yang tidak memuaskan masyarakat,” sambung Hadi.

Sejauh ini menurut Hadi, langkah sosialisasi yang dilaksanakan KPUD masih belum menyentuh masyarakat karena berbagai hal. Padatnya tugas KPU dan minimnya anggaran membuat pelaksanaan sosialisasi tidak maksimal.

“Anggaran sosialisasi kalau menurut saya kurang efektif karena cukup kecil,” katanya.

Hadi menambahkan,  ada beberapa teknis melakukan sosialisasi dalam upaya menyentuh kesadaran masyarakat, salah satunya KPU membangun komunikasi dengan tokoh masyarakat (tomas) dan tokoh agama (Toga). Karena elemen itu yang lebih sering berinteraksi dengan masyarakat dan mampu berkomunikasi dengan masyarakat sekitarnya. Dengan begitu diharapkan mampu  menyadarkan masyarakat untuk memilih dan arti penting memberikan suara dalam Pemilu.

“Jika ini dilmaksimalkan kami yakin ini akan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memberikan pilihanya,” sambung Hadi. (kim)

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.