Pembuatan e-KTP Diwarnai Keributan 

Antrean situasi pemohon e-ktp di kantor Dukcapil Tuban
kotatuban.com – Antrean panjang permohonan pembuatan Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP) yang berlangsung di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Tuban, Senin (26/09) diwarnai keributan antar pemohon.

Seorang pemohon e-KTP marah-marah saat menunggu pembagian nomor antrean untuk perekaman e-KTP. Marahnya pemohon e-KTP tersebut lantaran diserobot oleh pemohon lain. Meski sempat membuat geger bagi para pemohon e-KTP lainnya di kantor tersebut, namun keributan berhasil diredam dan pelayanan berjalan normal.

Informasi yang dihimpun kotatuban.com, peristiwa keributan yang terjadi di kantor Dukcapil Tuban berawal saat seorang warga yang sudah sejak pagi datang di kantor tersebut. Ia menunggu di depan kantor Dukcapil untuk mendapatkan nomor antrean perekaman e-KTP.

”Tadi itu saya juga ikut antre mau ambil nomor antrean. Tiba-tiba ada yang marah-marah,” ujar salah satu warga di kantor Dukcapil Tuban.

Pemohon tersebut langsung marah-marah diduga karena tidak kunjung dapat nomor antrean dan merasa diserebot oleh pemohon e-KTP lainnya. Kemudian pria yang akan membuat e-KTP itu marah kepada petugas Dukcapil dan membuat suasana di depan kantor gaduh dan tegang.

”Memang tadi ada keributan saat pembagian nomor antrean dan ada yang tidak sabar antre. Mungkin yang bersangkutan itu datang duluan dan merasa diserobot pemohon lainnya saat pembagian nomor, makanya terjadi sedikit keributan itu,” terang Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Tuban, Joni Martoyo.

Menurutnya, pembagian nomor antrean untuk perekaman e-KTP dilakukan di beberapa titik di depan kantor pelayanan dinas itu. Tujuannya supaya tidak sampai ada warga yang berjubel dan memudahkan warga untuk mendapatkan nomor antrean lantaran membeludaknya pemohon e-KTP.

”Memang kan supaya tidak berjubel makanya pembagian nomor antrean dipisah dengan pemohon yang telah mengantri. Tadi langsung diredam dan pelayanan sekarang tetap berjalan normal,” pungkasnya. (duc)

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.