Pemkab Tuban Genjot Pembangunan Tanggul Bengawan Solo

kotatuban.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, menargetkan pembebasan lahan untuk tanggul Bengawan Solo di Kecamatan Rengel selesai dalam tahun 2018 ini. Untuk itu, Pemkab Tuban juga telah menganggarkan dana dari APBD tahun 2018 agar pembebasan lahan milik warga sekitar bengawan solo berjalan lancar.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tuban Budi Wiyana mengatakan, pada tahun ini pemerintah telah menganggarkan sedikitnya Rp24 Milyar untuk pembebasan lahan. Sayangnya dilapangan masih ditemukan kendala salah satunya adalah terkait administrasi pertanahan milik masyarakat yang akan dibebaskan.

”Kendala itu yang kita coba selesaikan, harapanya bisa berjalan lebih cepat. Sehingga, tanggul untuk mencegah luapan air dari Bengawan Solo dapat segera dibangun,” kata Budi.

Menurutnya, Kecamatan Rengel menjadi target prioritas pembebasan lahan dan percepatan pembangunan tanggul. Agar tanggul bengawan solo di kecamatan yang paling sering terdampak banjir luapan sungai Bengawan Solo tersebut segera dapat diatasi.

“Yang sudah mulai dibangun oleh pemerintah pusat di Kecamatan Rengel, harapannya pembebasan tanah untuk kebutuhan itu dapat kita selesai secepatnya. Meski pun pembangunan fisiknya dilakukan oleh pemerintah pusat,” ungkapnya.

Sementara itu, Camat Rengel, Joko Purnomo saat dikonfirmai mengatakan, jika di kecamatannya ada kurang lebih 20 kilometer yang akan ditanggul. Dari jumlah tersebut pembebasan baru realisasi sekitar 50 persen bagian dari lahan yang dibutuhkan.

”Sekarang sudah kita bebaskan sekitar 600 meter pembangunnya di Desa Tambakrejo, dan ada tambahan di Ngadirejo sepanjang 125 meter, kalau yang dibebaskan mash kurang banyak,” kata Joko.

Menurut Joko, saat bengawan solo meluap Kecamatan Rengel menjadi daerah paling parah menerima dampak, karena disepanjang bengawan solo yang melintasi Rengel belum ada tanggul penahan.

”Harapanya setelah tanggul terealisasi paling tidak dapat mencegah luapan air Bengawan Solo ke permukiman warga maupun ke areal pertanian,” pungkasnya. (duc)

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban