Pemkab Tuban Tetapkan HET Beras

kotatuban.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban telah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) bagi komuditas beras. Adidas Zx Flux Heren wit Baik dipasar tradisional maupun toko modern. ffxiv cheap gil Sayangnya, penerapan HET yang dimulai per 1 Sebtember tersebut belum banyak diketahui pedagang beras. Ray Rice Jersey Terutama yang berada di wilayah kecamatan dan pasar-pasar desa. Marcus Lattimore

”Kami akan segera melakukan sosialisasi HET beras, utamanya di wilayah-wilayah pinggiran Kabupaten Tuban,” terang Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Tuban, Agus Wijaya, Kamis (07/09).
Menurutnya, melalui sosialisasi HET beras tersebut, paling tidak masyarakat dan pedagang akan tahu, ketentuan ketentuan yang ada soal harga beras yang sudah berlaku. buty asics 43 Dengan begitu tidak ada gejolak harga ditengah-tengah masyarakat yang disebabkan oleh tingginya harga kebutuhan pangan tersebut.
”Memang beras ini sangat penting kita atur HETnya, agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat, dan harga beras terkontrol,” ujar mantan Kabag Humas dan Protokoler Kabupaten Tuban tersebut.
Lebih lanjut Agus mengatakan, sejauh ini baik pantauan secara langsung maupun laporan tingginya harga beras melebihi HET belum ada, kecuali di pasar modern yang harganya memang sudah tinggi. Asics Whizłer męskie Namun, setelah sosialisasi dan penerapan HET beras seluruh pedagang beras diharapkan mematuhi aturan.
”Ya, nanti baik itu pasar tradisional maupun pasar modern harga beras harus sesuai dengan HET,” tandasnya.
Sementara itu Kacung, salah satu pedagang beras di Pasar Desa Margomulyo, Kerek mengaku belum mengetahui aturan baru terkait harga eceran tertinggi beras tersebut. buy cheap ffxiv gil Saat ini dirinya menjual beras mulai Rp9.000 sampai dengan Rp12.800 per kilogramnya.
”Saya menjual beras mulai kisaran harga Rp9.000 sampai dengan Rp12.800 perkilogramnya, tergantung dari kualitas beras,” pungkasnya.

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban