Puluhan Desa Rawan Bencana Kekeringan

Kepala BPBD Tuban Joko Ludiono
Kepala BPBD Tuban Joko Ludiono

kotatuban.com-Memasuki musim kemarau, gejala kekeringan sudah terjadi disejumlah daerah di Kabupaten Tuban. Data yang diperoleh kotatuban.com dari Badan Penanggulangn Bencana Daerah (BPBD) menyebutkan, terdapat 44 desa yang tersebar ditujuh kecamatan se Kabupaten Tuban yang rawan kekeringan.

“Beberapa kecamatan tesebut memang sudah menjadi langganan kekeringan, namun, Alhamdulillah tahun ini satu kecamata sudah terbebas dari kekeringan, yakni Kecamatan Jenu. Kecamatan tersebut tahun lalu masih masuk dalam pemetaan kami sebagai daerah rawan ,” terang Kepala BPBD Kabupaten Tuban, Joko Ludiono saat di temui kotatuban.com di kantornya, Rabu (13/8).

Keempat puluh desa yang rawan kekeringantersebar di Kecamata Grabagan, Senori, Semanding, Kerek, Merakurak, Montong dan Kecamatan Parengan. Dikhawatirkan, jika musim penghujan tidak segera tiba ke 44 desa itu bakal kekurangan air bersih. Sebab, sumur-sumur warga airnya sudah mulai ada yang kering.

“Kita terus memantau, selain menunggu laporan dari wilayah-wilayah rawan, tentang adanya peningkatan kekeringan, jika memang ada tentu langkah yang kita lakukan adalah melakukan droping air bersih kesejumlah desa yang mengalami kekeringan,” jelas Joko.

Saat ini, BPBD tengah mempersiapkan sejumlah logistik untuk penyaluran air seperti truk tangki, tandon air yang sudah dipasang disejumlah desa rawan kekurangan air. BPD juga telah kordinasi dengan PDAM maupun camat serta instasi terkait untuk bersama-sama meringankan beban warga dari bencana kekeringan ini.

“Kami sudah bekerjasama dengan pihak terkait, yakni Dinas PU maupun PDAM, keduanya siap bekerjasama dengan kami untuk menyalurkan air ke lokasi yang terdapat tandon yang sudah kita pasang sebelumnya,” tambah Joko. (kim)

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.