Puluhan Hektar Bekas Tambang Semen Gresik Jadi Lahan Pertanian

kotatuban.com – Kurang lebih 88,46 hektar lahan bekas tambang milik Semen Gresik Pabrik Tuban menjadi lahan pertanian yang digarap petani sekitar pabrik. Penggarap lahan bekas tambang yang disebut petani green belt tersebut berada dibeberapa desa yang ada di Kecamatan Merakurak dan Kecamatan Kerek.

Kepala Seksi Reklamasi Tambang Semen Gresik, Eko Purnomo mengatakan, 88,46 Hektare lahan bekas tambang yang digarap warga tersebut terdiri dari 59,19 hektare lahan bekas tambang batu kapur dan bekas tambang tanah liat seluas 26,27 hektare.

”Untuk lahan green belt ini ditanami berbagai tanaman seperti mangga, sukun, dan berbagai tanaman lainnya. Untuk tanaman keras ditanam dengan jarak 5 meter. Sehingga, masih bisa ditanami tanaman sela seperti kacang tanah dan jagung,” terangnya.

Menurutnya, lahan green belt tersebut sangat membantu pendapatan petani. Misalnya, setiap hektare lahan bekas tambang yang ditanami sukun sebanyak 80 pohon rata-rata perbulan dapat menghasilkan 270 buah dengan estimsi perpohon berbuah 3-4 buah.

”Jika harga sukun perbuah dibuat dengan harga Rp5.000, maka petani perbulan dapat memperoleh uang dari hasil penjualan sukun Rp1.350.000 perbulan. Belum lagi dari tanaman sela seperti jagung dan kacang tanah. Dan itu semua hasilnya untuk petani,” ungkapnya.

Lebih lanjut Eko mengatakan, untuk green belt yang berada dibekas lahan tambang tanah liat dapat ditanami secara terus menerus. Karena dilahan itu ketersediaan air tercukupi dari embung bekas galian tanah liat. Namun, yang dilahan bekas tambang batu kapur seperti didaerah Desa Pompongan, Merakurak dan Desa Karanglo, Kerek lahannya tanah hujan.

”Untuk yang lahan tadah hujan ini terkadang-kadang bila tanamannya membutuhkan penyiraman kita bantu menggunakan mobil tangki. Itu yang menjadi kendala dilahan green belt bekas tambang batu kapur,” pungkasnya. (duc)

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban