Puluhan Hektar Sawah di Merakurak Terancam Puso

kotatuban.com – Hujan deras yang terjadi di wilayah Kabupaten Tuban beberapa hari terakhir mengakibatkan puluhan hektar sawah milik warga Desa Kapu, Tahulu, dan Desa Mandirejo terendam banjir. Sehingga, puluhan hektar sawah tersebut terancam puso.

Banjir merendam tanaman padi yang masih berusia sekitar satu bulan tersebut telah berlangsung beberapa hari. Dan para  petani hanya bisa pasrah melihat lahan pertaniannya berubah seperti danau. Jika rendaman banjir tak berangsur surut bisa dipastikan mereka akan mengalami gagal panen karena  padi yang ditanam para petani terancam membusuk. 

”Jika air yang merendam padi milik warga ini tidak segera surut, dapat dipastikan padi-padi tersebut akan membusuk. Dan hal itu akan membuat petani rugi banyak,” terang, Sholeh (38) salah satu petani dari Desa Kapu.

Menurutnya, banjir yang menggenangi areal persawahan warga pada tahun ini yang paling parah, jika dibandingkan dengan banjir pada tahun lalu. Pasalnya, saat ini baru memasuki musim penghujan, namun sawah warga sudah digenangi air banjir. ”Kalau dulu tidak begitu parah seperti saat ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Sholeh mengatakan, penyebab besarnya banjir yang menggenangi areal persawahan milik warga ini karena jebolnya tanggul pada Avoor Jambon. Sehingga, diharapkan pemerintah segera memperbaiki tanggul tersebut. Selain itu, aliran sungai Jambon juga harus diperdalam dan diperlebar lagi.

”Saat ini sungai Jambon sudah mengalami pendangkalan. Sehingga, sudah tidak kuat lagi menampung volume air,” pungkasnya. (duc)

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.