Ratusan Warga Tolak Pembebasan Lahan Kilang Tuban

kotatuban.com – Ratusan warga dari Desa Mentoso, dan Remen, Kecamatan Jenu, menolak pembebasan lahan untuk Kilang Tuban. Protes tersebut disampaikan saat sosialisasi pengadaan lahan, Minggu (05/11) sore.

”Masyarakat terdampak menolak menjual tanahnya untuk berdirinya Kilang Tuban,” ujar perwakilan warga dari Desa Mentoso, Suwarto.

Suwanto berharap, pemerintah diminta tidak memaksakan kehendaknya untuk pembebasan lahan 219 hektar milik warga. Karena, warga tidak akan menjual lahan yang selama ini menjadi ladang penghidupannya.

”Kita tidak akan menjual tanah kita. Kalau tanah milik kita ini kita jual kita mau hidup dimana,” ungkapnya.

Menyikapi protes warga, Kepala Biro Administrasi Pemerintahan pada Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Anom Surahno, menganggap hal tersebut wajar. Sosialisasi ini baru tahap awal, dan nantinya bakal ada proses lanjutan.

”Kami berharap warga sekitar mendukung proyek patungan Pertamina-Rosneft. Karena ini proyek nasional,” ungkapnya.

Proyek kilang berkapasitas 300 ribu Barrel Per Hari (BPH) ini murni untuk kepentingan menyejahterakan rakyat. Bagi warga yang lahannya dibeli, bakal memperoleh ganti rugi yang sepadan. Sehingga, dapat digunakan lagi oleh warga untuk membeli tanah ditempat lain yang harganya sepadan.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban, secara resmi diminta Pertamina menyediakan lahan seluas 219 hektar untuk kebutuhan Kilang New Grass Root Refinery (NGRR) Tuban. Tambahan tersebut untuk menghubungkan lahan milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dengan 65 hektar lahan Pertamina di dekat PT Trans Pasific Petrochemical Indotama (TPPI).

Wakil Bupati (Wabup) Tuban, Noor Nahar Hussein, berencana membebaskan lahan di sepanjang bibir pantai Desa Remen, dan Mentoso, Kecamatan Jenu. Saat ini masih menyesuaikan dengan tata ruang wilayah, karena masuk dalam kawasan permukiman. (duc)

 

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban