Di Tuban, SBY Kunjungi Peternakan Sapi

kotatuban.com – Presiden Republik Indonesia (RI) Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengunjungi peternakan sapi Wahyu Utama, Kamis (13/3). Peternakan yang berada di Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar tersebut menjadi tujuan Presiden SBY setelah sebelumnya berkunjung di Wisata Bahari Lamongan (WBL).

SBY saat berkunjung di peternakan Wahyu Utama
SBY saat berkunjung di peternakan Wahyu Utama

Rombongan SBY datang di peternakan sapi tersebut sekitar pukul 12.00 WIB. Selanjutnya, Presiden yang didampingi oleh Ibu Negara Ani Yudhoyono, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhammad Nuh, Menteri Sekertaris Negara Sudi Silalahi, Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan, Bupati Tuban Fathul Huda, dan pejabat lainnya, melakukan peninjauan terhadap peternakan Wahyu Utama.

Saat peninjauan Ketua Kelompok Peternak Wahyu Utama, Joko Utomo menerangkan kepada Presiden SBY dan rombongan, bagaimana cara pembibitan sapi, pembuatan makanan dengan teknologi fermentasi, dan pemanfaatkan kotoran sapi sebagai pupuk organik. Selain itu, Joko Utomo juga menerangkan kesulitan-kesulitan dalam bertenak sapi.

”Sampai saat ini petenak atau petani sapi masih dimanfaatkan oleh calo atau blantik saat mau menjual ternaknya ke Rumah Pemotongan Hewan (RPH). Sehingga, peternak sangat dirugikan dengan adanya calo ini. Kami berharap pemerintah dapat membuat badan usaha peternakan yang menjadi satu dengan RPH. Sedangkan, peternak jika menjual ternaknya bisa langsung dan tidak liwat blantik,” ungkapnya.

Sementara itu, Presiden SBY dalam menanggapi keluhan peternak tersebut mengungkapkan, calo atau blantik itu menjadi mungsuh bersama. Karena hanya memanfaatkan para peternak. Sedangkan, untuk menanggulangi hal itu, pemerintah pusat bersama pemerintah provinsi dan pemerintah daerah akan melakukan komunikasi terkait keluhan para peternak tersebut. ”Hal ini segera ditindak lanjuti, agar kehidupan peternak dan petani dapat semakin baik, dan tidak hanya dimanfaatkan oleh blantik seperti yang dikatakan Pak Joko tadi,” pungkasnya. (duc)

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.