Sengketa Tanah Warga Vs EMCL, ‎Polres Sarankan Jalur Hukum

image

kotatuban.com – Permasalahan pembebasan lahan antara pemilik tanah di Desa Leran Kulon, Kecamatan Palang, Laksono Basuki, dengan Operator Minyak dan Gas Bumi (Migas) Blok Cepu, Exxon Mobile Cepu Limited (EMCL) hingga kini belum ada titik temu antara kedua belah pihak.

Satreskrim Polres Tuban, yang menjadi mediator malah menyarankan pemilik lahan melakukan gugatan. Sebab, mediasi kwduabelah pihak tak kunjung ada titik temu. Mediasi yang dilakukan pihak Polres itu bermula dari laporan Laksono Basuki (50), warga Desa Sedayu Lawas, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan, karena tanahnya ditanami pipa oleh EMCL tanpa seijinnya. Selan itu kwsepakatan jual beli tanah tersebut tidak kunjung dilakukan pembayaran sampai sekarang. Dan Satreskrim telah beberap kali melakukan medisi antara pemilik tanah dengan perusahaan.

”Mediasi antara perusahaan dengan pemilik lahan sudah beberapa kali kami lakukan setelah mendapatkan laporan, tetapi sampai sekarang belum ada titik temu,” jelas Kasatreskrim Polres Tuban, AKP Suharyono, Senin (23/02).

Menurutnya, dia menyarankan kepada pemilik tanah untuk menempuh jalur hukum dengan melakukan gugatan keberadaan tanah tersebut ke Pengadilan. Hal ini apabila mediasi yang dilakukan kedua pihak tidak kunjung menemukan titik temu.

”Ya, kalu kedua belah pihak tidak menemukan kata sepakat sebaiknya diselesaikan melalui jalur hukum saja. Sehingg, biar pengadilan yang memutuskan perkara itu,” terangnya.

Mediasi sendiri semestinya dilakukan kembali pada Jumat (20/02) kemarin. Tetapi salah satu pihak meminta supaya mediasi diundur karena satu alasan. Dan sampai saat ini mediasi antara pemilik tanah dengan perusahaan belum terjadwal kembali.

Diberitakan sebelumnya, seorang yang mengaku pemilik tanah seluas 12.817 m2 di Desa Leran Kulon mengadu ke Polres Tuban. Karena sebagian tanahnya, dengan luas sekitar 400 m2 ditanami pipa oleh EMCL tanpa seijinnya pada tanggal 20 Desember 2014 lalu. Pemilik tanah meminta pipa yang melintas di sana kembali dibongkar apabila operator tidak membeli semua tanah miliknya. (duc)

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.