Ssstt,… Ada ‘Aroma’ Mesum di Kolong Jembatan Brawijaya

Ilustrasi : kotatuban.com
Ilustrasi : kotatuban.com

kotatuban.com– Sudah beberapa minggu ini, Hamim Toifur, warga kelurahan Kebonsari Tuban merasa resah. Betapa tidak, kolong jembatan yang berada di dekat rumahnya diduga dijadikan ajang layanan sex bebas. Hamim merasa sangat risi, bukan saja tindakan itu diduga dilakukan remaja, lebih dari itu, Hamim sangat miris karena pelaku perbuatan tersebut di duga melibatkan anak usia SD. Tragis.

Sebagai warga yang sudah lama tinggal di Kebonsari, awalnya Hamim tak merasa curiga ketika tiap hari ia melihat beberapa remaja pria dan wanita terlihat “kongkow” di bawah jembatan Jl. Brawijaya, 10 meter di samping rumahnya.

Letak kolong jembatan tersebut memang agak strategis dan tersembunyi, sebab berada di pertigaan jalan. “Sepintas nggak akan terlihat dari atas, karena ada semacam ruang menjorok yang memang tersembunyi”, kata Hamim.

Tetapi karena hampir tiap malam dirinya melihat remaja laki dan perempuan berlama-lama berada di kolong jembatan itu, membuat Hamim mensinyalir telah terjadi transaksi dan layanan sex bebas di tempat itu.

“Hampir tiap malam saya melihat beberapa remaja itu berada di kolong jembatan. Saya menduga ada transaksi sek di bawah jembatan Jl. Brawijaya Tuban. Mereka melakukan secara bergiliran, kadang 1 perempuan dan 3-4 laki-laki. Umumnya mereka masih remaja. Bahkan yang perempuan itu masih SD. Ini kan parah?” ungkap Hamim, yang juga menuliskan kesaksiannya di akun facebooknya.

Menurut Hamim, saat beberapa teman mereka berada di kolong jembatan, beberapa teman lain yang ditugaskan memantau situasi dari atas jembatan. “Ada beberapa temannya yang ditugaskan memantau dari atas jembatan, sementara temannya diduga sedang mesum di bawah”, terang Hamim.

Dari sorot mata para remaja laki dan perempuan yang biasa terlihat di kolong jembatan tersebut, kata Hamim, diduga juga sedang fly akibat pengaruh obat. “Tatap matanya sayu dan jalannya agak goyang gitu. Mungkin karena pengaruh obat”, kata Hamim.

Sebagai ungkapan keprihatinan dan mengantisipasi menjamurnya sex bebas di kalangan remaja, akhirnya Hamim mengajak beberapa warga untuk memantau aktivitas remaja tersebut saat di kolong jembatan tersebut.

Ia ingin para pelaku tersebut mendapatkan pembinaan dari pihak terkait. Bukan saja untuk menyelamatkan para remaja tersebut dari perilaku sex bebas, tetapi juga untuk mengantisipasi kerusakan moral para remaja tersebut akibat ketergantungan obat.

“Malam ini, Kamis (28/8) kami dan tetangga lagi petak umpet dengan anak anak remaja yang hampir tiap malam melakukan sex bebas di bawah jembatan Jl brawijaya Tuban. Harapan kami, malam ini mereka bisa di amankan dan diberi pemgarahan baik dinas perlindungan anak maupun polisi”, pungkas Hamim. (ac)

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.