Tak Nyaman, Masyarakat Enggan Kunjungi Rest Area

Reast Area tidak nyaman
Reast Area tidak nyaman

kotatuban.com – Banyak masyarakat yang enggan untuk mengunjungi Rest Area Tuban, yang berada dipojok pertigaan Jalan Teuku Umar dan Jalan RE Martadinata. Pasalnya, tempat peristirahatan yang berada dibekas terminal lama Tuban tersebut masih kurang nyaman.

Pantauan kotatuban.com, dilapangan, Senin (06/10), Rest Area Tuban yang telah diresmikan Bupati Tuban Fathul Huda sekitar satu bulan tersebut terlihat minim pengunjung pada siang hari. ”Ya kalau siang hari mau ke Rest Area males, karena panas,” terang, Mundir, salah satu masyarakat Tuban saat ditemui kotatuban.com.

Seharusnya, lanjut Mundir, Rest Area tersebut harus dibuat senyaman mungkin. Sedangkan, Rest Area Tuban masih jauh dari kata nyaman. Pasalnya, tempat tersebut masih banyak memiliki kekurangan seperti tempat parkir yang representatif.

”Harusnya, tempat parkiran itu teduh tidak panas seperti itu, kalau panas seperti itu, ya pengunjung malas mau mampir ketempat itu. Masak kendaraan harus diparkir disembarang tempat dengan terik matahari begitu,” tandasnya.

Hal senada juga dikatakan, Arif, menurutnya, selain kurang nyaman para pedagang pemilik kios yang ada di Rest Area juga buka tutup kiosnya. Sehingga, hal tersebut mengecewakan pengunjung yang akan berkunjung ketempat tersebut. ”Kios-kios yang ada di Rest Area terkadang buka kadang tutup semaunya, tidak tentu gitu. Sehingga, hal ini juga menyebabkan konsumen enggan berkunjung,” tandasnya.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban mengatur waktu buka dan tutup kios yang ada ditempat tersebut. Sehingga, tidak dikecewakan saat berkunjung ke Rest Area. ”Kemarin saya berencana mau makan di Rest Area, sampai disitu banyak yang tutup. Akhirnya, sekarang sudah males mau mampir kesitu,” tandasnya.

Diketahui, tempat peristirahatan yang dibangun menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Tuban tahun 2012 dan 2013 sebesar Rp 5,8 milyar tersebut diharapkan akan mampu menjadi pusat ekonomi masyarakat. (duc)

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.