Tuban Kekurangan Ribuan Tenaga Pendidik

Saiful Hudakotatuban.com– Kekurangan tenaga pendidik masih menjadi problem utama bagi dunia pendidikan di Kabupaten Tuban. Hingga tahun ini Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Tuban menyebut masih kekurangan 1.625 guru. Kekurangan tenaga pendidik itu tersebar di sekolah di Kabupaten Tuban.
Kepala Bidang (Kabid) Ketenagaan Dinas Dikpora Tuban, Saiful Huda, mengatakan, kekurangan tenaga pendidik di Kabupten Tuban memang masih cukup banyak. Bahkan, bukan dalam angka ratusan, namun, mencapai ribuan. Sayangnya, meski tahun ini ada penerimaan CPNS, tapi, tidak ada formasi untuk tenaga pendidik.

“Kekurangan memang cukup banyak, ada guru kelas, guru olahraga dan guru agama,” kata Saiful Huda.

Saiful Huda menjelaskan, kekurangan guru di Kabupaten Tuban cukup beralasan, sebab data yang dimikiki Dinas Dikpora dalam kurun waktu beberapa tahun terahir, angka pensuinan guru pertahun mencapai 170 orang. Sementara, tidak setiap tahun ada tambahan untuk menggantikan posisi guru yang sudah pensiun itu.

“Perbandingan pensiun dan angkatan guru sangat tidak seimbang. Tahun ini saja tidak ada CPNS untuk guru, itu menjadi hal mendasar kekurangan guru di Tuban masih tinggi,” terang Saiful Huda.

Dikatakan mantan Kepala SMA 1 Kerek itu, meski masih banyak kekurangan tenaga pendidik, Dinas Dikpora tidak dapat berbuat banyak. Sebab, kebijakan pengangkatan tenaga  bukan wewenang Dinas Dikpora. Pihaknya hanya bisa berharap adanya rekrutmen baru, setidaknya untuk mengurangi jumlah kekurangan itu.

“Semuakan kewenangan pusat, yang bisa kami lakukan hanya berharap ada pengangkatan untuk mengurangi kekurangan tersebut,” katanya.

Secara rinci, kekurangan meliputi guru kelaas sebanyak 1.025 tenaga, guru Agama sebanyak 223 tenaga, guru pendidikan jasmani dan kesehatan sebanyak 326 tenaga, dan 51 posisi kepala sekolah.  Sumber lain menyebutkan, kekurangan tenaga pendidik di sejumlah lembaga pendidikan itu ditutup dengan adanya guru swasta.

 

“Untungnya ada tenaga pendidik swasta, sehingga, tidak anak-anak tidak sampai tidak diajar. Yang menggaji guru swasta itu ya pihak Komite Sekolah masing-masing,” terang sejumlah kepala sekolah yang enggan disebutkan namanya. (kim)

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.