Tunggakan Raskin di Tuban Tinggal Rp 42 Juta

kotatuban.com-Tunggakan beras untuk warga miskin (Raskin) di Kabupaten Tuban terus menyusut jumlahnya. Pada akhir tahun 2013 lalu tunggakan raskin di Tuban mencapai Rp 3,2 miliar. Namun, kini tinggal Rp 42,2 juta.

Kabag Humas Pemkab Tuban, Sulistiyadi, tim koordinas Pemkab Tuban terus melakukan pendekatan dan kordinasi dengan pihak kecamatan agar sisa tunggakan itu segera bisa dibayarkan. Sebab, tunggakan raskin itu masih nyantol di perangkat, seperti kepala desa. Celakanya, kini perangkat itu sudah purna.  “Upaya penagihan masih dilakukan tim kordinasi dan camat setempat,” kata Sulistiyadi di kantornya, Jumat (17/1).

Kabag Humas Pemkab Tuban Sulistyadi
Kabag Humas Pemkab Tuban Sulistyadi

Didit, sapaan Sulistiyadi mengatakan, desa yang raskinnya masih nyantol diantaranya Desa Tawaran, Desa Jlodro dan Desa Bendolateng. Ketiga desa ini berada di Kecamatan Kenduruan. Untuk Desa Tawaran, besarnya tagihan raskin mencapai Rp 14,5 juta. Desa ini belum membayar karena mantan Kepala Desa Tawaran, Saipan tengah tersangkut masalah hukum.

Sekedar diketahui, Saipan ditangkap polisi karena memeras Abdul Basyar (47), warga Desa Tigajuru, Kecamatan Mayong, Jepara, Jawa Tengah Rp 30 juta. Pemerasan itu terkait dokumen buku C desa yang diperlukan untuk bukti dalam sengketa tanah. Dalam penangkapan ini, polisi juga menangkap Muhaimin, mantan pengurus DPC PPP Tuban karena turut serta memeras.

Didit menjelaskan pihaknya sudah bertemu Saipan di Lembaga Pemasyarakatan Kabupaten Tuban guna membahas tunggakan ini. “Sedang kami upayakan (untuk segera) membayar,” tutur mantan Camat Tuban ini.

Sementara, untuk Desa Jlodro, Kecamatan Kenduruan, Pemkab Tuban sedang menghadapi kendala serius untuk mencari siapa yang bertanggung jawab dalam pembayarannya.

Menurut Didit, keberadaan mantan Kades Jlodro yang seharusnya bertanggung jawab dalam pembayaran belum diketahui. Mantan kades ini menghilang setelah kalah pada pilkades, keberadaan mantan kades tidak diketahui pasti. “Yang pasti tidak di rumah,” ungkap didit.

Sedangkan, Desa Bendolateng, Kecamatan Kenduruan tagihan Raskin mencapai Rp 12,7 juta. Tagihan ini diperkirakan sudah dibayar Kamis (15/1) tapi belum tercatat.

Didit menjelaskan Pemkab Tuban harus bekerja keras untuk menagih dana pembelian raskin yang masih nyantol di perangkat desa maupun mantan perangkat desa. Bahkan Pemkab Tuban juga membentuk tim kordinasi sendiri untuk mempercepat proses pembayaran yang pada akhir tahun lalu tercatat Rp 3,2 miliar.

Selain di Kecamatan Kenduruan, di Kecamatan Grabagan juga ada satu desa, yakni Desa Gesikan yang tunggakan raskinnya belum dibayar. Tapi, kades maupun perangkatnya menjanjikan akan membayar dalam waktu dekat ini. (ros)

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

1 Comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.