Tuntut Uang Makan Karyawan PT Kamadjaja Logistick Luruk Dinsosnakertran

kotatuban.com – Puluhan karyawan PT Kamadjaja Logistick, Sub kontraktor  PT Holcim Indonesia melakukan aksi unjuk rasa di kantor Dinas Tenaga Kerja, Sosial dan Transmigrasi (Dinsosnakertran) Tuban, Selasa (25/2).

Sejumlah karyawan PT Kamadjaya Logistick saat melakukan pertemuan di Dinsosnakertran
Sejumlah karyawan PT Kamadjaya Logistick saat melakukan pertemuan di Dinsosnakertran

Aksi tersebut menyusul tak kunjung direalisasikannya kesepakatan tambahan uang makan Rp 15 ribu, uang transpotasi Rp 10 ribu dan uang kehadiran Rp 10 ribu. Kesepatan tambahan uang Rp 25 untuk tiga item itu sudah berkali-kali dibicarakan, namun, hingga kini belum ada realisasinya. Bahkan, pihak PT Holcim Indonesia selaku perusahaan yang memberikan pekerjaan PT Kamadjaya Logistick juga turut memfasilitasinya.

“Tapi, jika ada pertemuan pihak PT Kamadjaya Logistick sering tidak hadir sehingga kesepakatan itu belum juga bisa direalisasikan,” tandas sejumlah karyawan perusahaan yang bergerak di bidang packing semen milik Holcim itu.

Karena tidak ada kejelasan atas kesepakatan itu, pihak karyawan meminta Dinsosnakertran bisa memediasi permasalahan tersebut.

“Kami minta pemerintah dalam hal ini Dinsosnakertran untuk bisa membantu menyelesaikan malah itu,” terang   Rokim salah satu karyawan.

Sementara itu, salah satu perwakilan dari PT Holcim, Danny mengatakan, belum mengetahui secara pasti permasalahan yang terjadi antara PT Kamadjaja Logistick dengan karyawannya.

”Bohong, permasalahan ini sudah hampir satu bulan, tidak mungkin Holcim selaku pemilik perusahaan tidak tahu,” kata salah satu karyawan dengan berteriak yang diikuti sejumlah karyawan lainnya.

Kepala Dinsosnakertran, Nurjannah mengaku hanya sebagai mediator. Sehingga, pihaknya tidak bisa memutuskan permasalahan antara perusahaan dengan karyawan tersebut. ”Kami hanya sebagai mediator dan mencari solusi yang terbaik untuk masyarakat dan perusahaan,” ujarnya.

Sementara itu, Humas PT Holcim Indonesia Indriani Siswati saat dikonfirmasi mengatakan, permasalahan antara karyawan dengan PT Kamadjaja Logistick diluar kewenangan Holcim. Sebab, perusahaan yang bergerak pada packing seman itu adalah sub kontraktor. ”Permasalahan ini domainnya pada PT Kamadjaja, di luar kewenangan Holcim. Sehingga kami tidak punya wewenang apa-apa,” pungkasnya. (duc)

 

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

1 Comment

  1. “kesepakatan tambahan uang makan Rp 15 ribu, uang transpotasi Rp 10 ribu dan uang kehadiran Rp 10 ribu. Kesepatan tambahan uang Rp 25 untuk tiga item itu sudah berkali-kali dibicarakan, namun, hingga kini belum ada realisasinya”. Ini yang salah saya tidak bisa memahami kata2 atau wartawannya gak pakai kalkulator? 15+10+10 = 25….Lha mbiyen kontrake piye kok moro2 nuntut,,,akad sudah tertera diatas kontrak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.