UMK Tuban Diusulkan Rp 2.067.612

kotatuban.com – Upah Minimum Kabupaten (UMK) Tuban pada tahun 2018 diusulkan naik sebesar Rp166.660, menjadi Rp 2.067.612, dari tahun sebelumnya yakni tahun 2017 ini sebesar Rp1.091.952 per bulan.

”Besaran UMK tahun 2018 itu masih draf usulan tanggal 1 November kemarin sudah masuk ke Gubernur Jawa Timur,” ujar Sekertaris Dinas Penanaman modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja, Kabupaten Tuban, Soni Kurniawan, Kamis (02/11).

Menurutnya, usulan UMK tersebut berdasarkan pada beberapa hal diantaranya, formulasi sesuai dengan PP 75 tahun 2015, dimana variabelnya berasal dari formula tahun berjalan, prosentase pertumbuhan ekonimi tahun berjalan, dan prosentase inflasi tahun berjalan. Selanjutnya rapat pleno dewan pengupahan kabupaten, rapat tersebut untuk membuat rekomendasi ke bupati tentang usulan UMK.

”Selain itu, penentuan besaran UMK itu juga hasil survey, Kebutuhan Hidup Layak atau KHL di daerah,” Imbuh Soni.

Selanjutnya, seluruh perusahaan yang ada di daerah wajib menaati aturan pengupahan sesuai dengan UMK yang sudah ditetapkan. Apabila Perusahaan tidak dapat menggaji sesuai UMK, harus mengajukan penangguhan UMK yang dilampirkan beberapa syarat.

”Untuk penangguhan pelaksanaan UMK diajukan oleh Pengusaha kepada Gubernur melalui Instansi yang bertanggung jawab dibidang Ketenagakerjaan Provinsi paling lambat 10 hari sebelum berlakunya UMK,” jelas Soni.

Sementara itu, ketua Serikat Buruh Muslim Indonesia (Sarbumusi) Tuban, Irhamna mengatakan, jika kenaikan UMK memang sudah sepatutnya mengalami kenaikan. Mengingat setiap tahun kebutuhan hidup layak terus berubah. hanya saja dia menyayangkan, karena meski setiap tahun mengalami kenaikan, belum semua perusahaan yang ada di Tuban menerapkan pengupahan sesuai UMK, sebagaimana yang telah ditetapkan pemerintah.

”Di Tuban ini masih banyak perusahaan yang tidak melaksanakan UMK sebagaimana mestinya, sejauh ini perusahaan berskala nasional yang kami lihat sudah UMK,” kata Irham.

Lebh lanjut, Erham mengatakan dari seluruh perusahaan yang ada di Kabupaten Tuban, tidak sampai 50 persen yang membayar pekerjaanya sesuai UMK. ”Hanya sekitar 50 persen yang menerapkan UMK, sedangkan perusahaan yang menerapkan UMK paling yang berskala besar saja,” pungkasnya. (duc)

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban