Fenomena MJO, Bawa Hujan Ekstrim di Musim Kemarau

kotatuban.com-Hampir sepekan terakhir sebagian wilayah di Kabupaten Tuban diguyur hujan ekstrem. Padahal buan Juni sebenarnya adalah musim kemarau untuk wilayah tropis seperti Indonesia.

Hujan di musim kemarau terus membasahi Bumi Wali
Hujan di musim kemarau terus membasahi Bumi Wali

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kabupaten Tuban, Joko Ludiono, venomena tersebut sering dikenal dengan sebutan aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO). Venomena MJO menyebabkan terjadi gangguan cuaca skala regional sehingga mengakibatkan terjadinya hujan, dengan intensitas ringan hingga lebat. Bulan Juli sebenarnya masuk dalam musim kemarau, yang dimulai sejak April.

“Suhu laut yang cenderung basah akibat venomena itu. Dan akan menyebabkan hujan, meski kitatahu ini sebenarnya sudah masuk musim kemarau,” kata Joko Ludiono saat dihubungi kotatuban.com melalui kontak messengernya.

Joko menjelaskan, meski venomena hujan terjadi dengan intensitas cukup deras di beberapa wilayah di Tuban, namun hal ini tidak akan berpotensi bencana secara umum. Hanya saja di daerah pesisir patut diwaspadai. Karena tidak menutup kemungkinan venomena ini juga akan berpengaruh terhadap tingginya gelombang laut.

“Yang patut diwaspadai adaah pesisir pantai utara Tuban, yakni Kecamatan Bancar dan Tambakboyo sepanjang 25 kilometer yang belum memiliki sea wall (dinding laut/ tanggul), karena salah satu dampak yang mungkin terjadi adalah ombak tinggi,

Untuk warga yang tinggal di sepanjang pesisir dua kecamatan trsebut, Joko menghimbau warga mewaspadai kemungkinan yang terjadi, terutama nelayan agar lebih berhati-hati saat melaut mencari ikan.

“Kami menghimbau warga yang tinggal di sana waspada. Jika ada hal yang berpotensi bencana, segera melapor ke pemerintah desa, agar diteruskan kepada tim kami di masing-masing kecamatan. Sehingga penangananan darurat dapat kami lakukan secepatnya,” himbau Joko.

Joko menambahkan, venomena hujan ekstrem di musim kemarau ini diprediksi akan terus terjadi sampai beberapa bulan ke depan, hingga masuk puncak musim kemarau Oktober mendatang. (kim)

 

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.