Hindari Permainan Harga, Pasar Hewan Dilengkapi Video Harga Sapi

kotatuban.com– Dinas Pertanian bakal melengkapi vidio informasi harga sapi di pasar sapi Tuban. Hal ini sebagai antisipasi permainan harga yang dilakukan maklar sapi di pasar tersebut.

Dispertan menduga tingginya harga daging sapi di Kabupaten Tuban akibat ilah para maklar sapi. Semestinya harga daging sapi di Tuban bisa ditekan, lantaran Tuban merupakan daerah pemasok sapi.

“Banyak yang tidak mengetahui update harga sapi di pasaran, makanya ini dimanfaatan para blantik untuk menjual sapi dari pedagang ke konsumen dengan seenaknya,” ujar Kepala Bidang Peternakan, Dispertan Kabupaten Tuban  Pipin Diah Larasati, Jumat (12/02).

Menurut Ipin, layar lebar atau videotron yang akan dpasang di pasar sapi dapat memberikan informasi keterangan harga dan update terakhir harga sapi sesuai ukuran dan bobot sapi. Dengan begitu, para blantik atau perantara yang selama ini kerap memanfaatkan konsumen dan pedagang tidak akan mengambil keuntu gan terlalu besar.

“Kalau informasi harga ini diketahui penjual dan pembeli tentu tidak akan mudah dimanfaatkan oleh blantik untuk memainkan harga, paling tidak selisihpun tidak terlalu banyak,” katanya.

Menurut  Pipin selama ini, keberadaan bantik atau pelantara membuat pedagang dan konsumen tidak pernah ketemu.  Maklar terkadang bertindak sebagai penentu harga kepada calon pembeli, sementara dari para penjual blantik yang dianggap membantu juga akan dapat komisi.

“Pebeli dan penjual ini tidak pernah ketemu, makanya harga cenderung dimanfaatkan para blantik, harapanya dengan diberikan videotron harga akan terpantau,” terang Pipin.

Pemasangan video yang berisi keterangan dan informasi harga sapi tersebut menurut Pipin paling cepat akan direalisasikan Dispertan bekerjasama dengan Dinas PerekonomianTuban tahun ini.

“Semoga tahun ini sudah realisasi, karena kami juga butuh komunikasi dengan perekonomian sebagai otoritas pasar, “ imbuh Pipin. (kim)

 

 

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban