Awas, Banyak Pupuk Palsu Beredar di Masyarakat

kotatuban.com – Sulitnya para petani mencari  pupuk di pasaran dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab dengan membuat pupuk palsu.  Kelangkaan  pupuk dipasaran tersebut  dimanfaatkan orang menjual pupuk dengan harga murah kepada para petani. Namun,  belakangan pupuk dengan harga murah tersebut diketahui palsu.

Hal ini  terjadi di Desa Tegalrejo, Kecamatan Merakurak, para petani di desa ini banyak yang tertipu dengan beredarnya pupuk palsu tersebut. Tugur (52) salah satu petani dari desa tersebut mengaku jika membeli pupuk tersebut 10 sak. Setiap sak dengan berat 50 kg dibeli dengan harga  Rp 80 ribu.

ilustrasi. Pupuk resmi langka malah beredar pupuk palsu
ilustrasi. Pupuk resmi langka malah beredar pupuk palsu

”Pupuk yang saya beli itu mereknya urea, kemasan maupun warna pupuknya sama persis dengan pupuk yang saya beli di toko pupuk. Namun, saat saya buat mupuk tanaman itu tidak mau hancur seperti  biasanya, dari sinilah saya curiga kalau pupuk tersebut palsu,” ungkapnya.

Lebih lanjut Tugur mengatakan, awalnya dia membeli pupuk tersebut dari orang yang membawa pupuk keliling menggunakan mobil bak terbuka. Saat dia ditawari pupuk tersebut dia langsung tertarik. Pasalnya di pasaran juga mencari pupuk sulit. ”Kata orangnya pupuk itu dijual agak murah karena mengurangi stok pupuknya yang ada digudang. Ketika saya ditawari ya langsung beli karena murah kalau di toko satu sak  masih Rp 120 ribu,” tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan petani lain, Wartono (58). Menurutnya, dia mengetahui pupuk yang dia beli palsu saat dia buka kemasan pupuk tersebut. Jika pupuk yang dia beli biasanya bila dipegang akan terasa agak dingin. Namun, pupuk yang dia beli dengan harga mahal tersebut tidak dingin seperti pupuk pada umumnya. Selain itu, pupuk palsu tersebut juga keras tidak mau hanjur ketika diremas. ”Pupuk palsu ini saat saya tumbuk hancurnya sulit. Sepertinya, bahannya batu yang digiling,” pungkasnya. (duc)

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.