Bupati Tepis Tudingan Dampak Intrusi Laut Akibat Penambangan Liar

Tak ada dampak intrusi laut
Tak ada dampak intrusi laut

kotatuban.com – Tudingan dari sejumlah fraksi yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tuban terkait intrusi laut akibat penambangan liar batu kumbung yang ada di sekitar pegunungan yang ada di Kecamatan Palang ditepis Bupati Tuban, Fathul Huda.

Sebelumnya, juru bicara Fraksi Demokrat, Cancoko, meminta kepada Pemkab Tuban untuk menghentikan aktivitas penambangan liar termasuk batu kumbung. Salah satu dampak yang besar menurutnya, adalah adanya penurunan air tanah dan intrusi air laut di lokasi dekat pantai setempat.

“Telah dirasakan adanya penurunan air tanah dan intrusi air laut,” kata Cancoko, seperti pada pemberitaan sebelumnya.

Bupati Tuban, Fathul Huda, ketika menyampaikan jawaban terhadap pertanyaan sejumlah fraksi di DPRD Tuban, mengatakan kalau Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Tuban telah melalukan pemantauan pada tahun 2013 lalu.

Titik pemantauan berada di Kelurahan Panyuran, Desa Tasikmadu, Desa Kradenan, Desa Gesikharjo, Desa Palang, Desa Glodog, Desa Leran Wetan, Kelurahan Karangagung, dan Desa Pliwetan, kesemuanya berada di Kecamatan Palang tidak ditemukan adanya penurunan air muka tanah.

“Tidak terjadi penurunan muka air tanah, intrusi laut juga dapat dikatakan tidak terjadi,” kata Fathul Huda menepis anggapan tersebut.

Huda mengatakan, ada banyak alasan sehingga pertambangan tersebut bertahan sampai sekarang. Salah satunya adalah faktor ekonomi dan kurangnya lapangan pekerjaan di bumi wali ini.

“Dalam pengawasan terhadap pertambangan liar, jajaran Pemkab dengan berkoordinasi dengan penegak hukum yang lain akan terus melakukan pengawasan terhadap penambangan liar ini,” kata Huda.

Sebelumnya, Pemkab Tuban juga mengaku masih kesulitan melakukan penutupan penambangan batu kumbung yang dilakukan masyarakat. Selain karena jumlah yang banyak, juga perlunya pendampingan dan pemberdayaan yang serius. (duc)

 

 

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.