Diduga Selewengkan DD Kades Mojoagung Ditahan

kotatuban.com – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban akhirnya menahan Siti Ngatina (40), Kepala Desa (Kades) Mojoagung, Kecamatan Soko. Pasalnya, Kades tersebut terlibat dugaan kasus korupsi dalam penggunaan dana desa (DD) dan alokasi dana desa (ADD) di tahun anggaran 2017 lalu.
Selain itu, Suami Kades Mojoagung, Haji Makmur (46), juga ikut digelandang lantaran terlibat dalam dugaan korupsi yang menggunakan uang negara itu. Makmur berperan sebagai pemborong atau penggarap proyek desa yang dipimpin istrinya sendiri.
”Keduanya telah kita tahan di Lapas Tuban setelah menjalani pemeriksaan,” terang, Kasi Intel Kejari Tuban, Nurhadi, Kamis (06/09).
Menurutnya, penahanan terhadap kedua tersangka itu terkait dugaan korupsi proyek pembangunan paving dan tanah urug di desa yang dipimpinnya itu menggunakan anggaran DD dan ADD di tahun 2017.
Anggaran proyek itu di setujui oleh Kades, dan proyek yang telah dikerjakan oleh suaminya di tahun 2016 silam. Ditengah perjalanan, ternyata proyek itu diduga tidak sesuai dengan pekerjaannya lantaran di anggarkan lagi di tahun 2017.
”Jadi proyek yang telah dilakukan pada tahun 2016 dianggarkan lagi pada tahun 2017. Sehingga, doble anggaran,” ungkapnya.
Akibat penyelewengan proyek itu, negara mengalami kerugian sekitar Rp 152 juta dari perbuatan pasangan suami istri tersebut. Hal itu sesuai dengan laporan Hasil Audit Inspektorat Kabupaten Tuban atas Penghitungan Kerugian Keuangan.
”Akibat proyek dobel anggaran itu, kerugian negara sekitar Rp 152 juta,” ungkap Nurhadi.
Lebih lanjut, kasus itu juga terungkap atas laporan masyarakat setempat yang mencurigai pengerjaan proyek tidak sesuai. Mendapat laporan, penyidik Kejari Tuban langsung bergerak dan mengumpulkan data untuk mengungkap kasus itu hingga ditetapkan dua tersangka.
”Sementara kita tetapkan dua tersangka dalam kasus tersebut,” jelas Nurhadi.
Akibat perbuatannya itu, keduanya dijerat pasal dengan pasal 2 ayat 1 jo 55 dan pasal 3 Undang-Undang Tipikor dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.(rto)

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban