Jual Kayu Barang Bukti Mandor dan Mantri Hutan Diadili

image

kotatuban.com-Sidang kasus penangkapan kayu jati tanpa diengkapi dokumen yang melibatan petuga penjaga hutan, yang digelar Pengadilan Negeri Tuban, memasuki keterangan saksi dari pihak kepolisian. Dalam sidang terebut, anggota Polsek Montong yang menjadi saksi menerangkan sejumah kronologi dan keterangan para pelaku setelah penangkapan sekitar dua bulan lalu.

Dalam sidang diterangkan, tiga pelaku masing-masing Solikin Mandor dan Sumarwi, Mantri Hutan RPH Becok, BKPH Merakurak, KPH Tuban, serta Dikun Pemilik Kendaraan, disebut sebagai pelaku yang terlibat dalam pengangkutan empat gelondong kayu jati milik perhutani tanpa dokumen angkut yang sah.

“Keterangan saksi tadi, mereka adalah pelaku dari pengangkutan kayu jati,” ujar Jaksa penuntut Umum (JPU) Widiyanto Nugroho.

Selain kronologi kejadian, dalam kesaksian anggota Polsek Montong bernama Catur itu juga menyebutkan, dua orang petugas hutan tersebut akan menjual kayu jati untuk keperluan pribadi, dan atas inisiatif mereka sendiri.

Selanjutnya Widiyanto menjelaskan, dari keterangan saksi yang dipanggil dalam persidangan, hanya satuhal yang akan memberatkan terdakwa, yakni aktifitas pengangkutan kayu jati yang tidak dilengkapi dokumen. Sebab, kayu tersebut bukan hasil curian para terdakwa, melainkan barang bukti sisa ilegal loging yang diamankan petugas hutan.

“Satu hal yang memberatkan para terdakwa, mereka menngkut dan membawa kayu jati secara ilegall dan akhirnya tertangkap petugas dalam perjalanan. Namun bukan mereka pencurinya, karena kayu jati tersebut sebenarnya berada di pos perhutani, sisa ilegal loging, ” terang Widianto.

Sementara itu, para terdakwa yang saat itu mengikuti sidang tidak keberatan dengan keterangan saksi pihak kepolisian. Akhirnya sidang yang dipimpin hakim Ketua Wendra Rais tersebut ditunda untuk mendengarkan saksi lain hingga satu minggu ke depan.

Untuk diketahui, kasus yang melibatkan dua petugas hutan tersbut bermula saat para mandor hutan mengangkut kayu jati tanpa dilengkapi dokummen. Mereka ditangkap dalam perjalanan dari Dusun Gaplok menuju Desa Talun, Kecamatan Montong. Dalam pemeriksaan, kayu milik perhutani yang diangkut tersebut rupanya tidak dilengkapi dokumen hingga akhirnya sopir dan para mandor digelandang ke Polsek Montong untuk dimintai pertanggung jawaban. (kim).
   

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.