Lagi, Pabrik Arak Digrebek Polisi

kotatuban.com –  Minuman keras (Miras) jenis arak masih beredar di Bumi Wali. Hal ini terungkap saat petugas gabungan dari jajaran Polres Tuban melakukan pengrebekan empat lokasi pabrik minuman keras  jenis Arak yang berada di Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding.

Barang bukti arak diamankan polisi
Barang bukti arak diamankan polisi

Dalam pengrebekan pabrik arak yang masih nekad berproduksi tersebut petugas berhasil mengamankan sekitar 1.500 liter miras jenis Arak Tuban yang sudah siap untuk diedarkan dari empat lokasi, Kamis (22/05). Empat pabrik pembuatan Arak yang digrebek oleh petugas gabungan dari Polres Tuban itu masing-masing milik Suwarno (45), Patung (46), Darsono (46) dan Suwarti (35). Semua pabrik arak milik empat pelaku ini berada di Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding.

”Awalnya memang kita mendapatkan informasi dari masyarakat, kemudian kita kembangkan dan kita lakukan pengrebekan home industri Arak yang semuanya ada di Desa Tegalagung, Kecamatan Semanding tersebut,” ujar IPTU Budi Friyanto, Kaur Binops Sat Reskrim Polres Tuban.

Menurutnya, saat melakukan operasi gabungan antara Sat Reskrim, Sabhara, Sat Reskoba dan juga Polsek Semanding itu mengetahui empat lokasi masih memproduksi Arak tersebut. Kemudian petugas langsung mengamankan semua barang bukti yang ada di lokasi pembuatan Arak itu.

”Arak yang kita amankan ini sudah disimpan dengan menggunakan jurigen dan juga botol air mineral dan siap untuk diedarkan. Informasinya, miras itu akan dikirim keluar Tuban,” ungkapnya.

Lebih lanjut Budi mengatakan,1.500 liter Arak yang berhasil diamankan itu disimpan dalam 42 jurigen masing-masing berisi 30 liter dan 199 botol air mineral masing-masing 1,5 liter Arak. Selain itu petugas juga mengamankan lima set peralatan untuk memproduksi Arak, yakni sebanyak 5 tungki, alat penyaring, kompor gas dan beberapa alat lainnya.

”Para pemilik arak tersebut kita jerat dengan Undang-undang pangan dengan ancaman 2 tahun penjara. Saat ini mereka kita kenakan wajib lapor untuk penyelidikan lebih lanjut,” pungkasnya. (duc)

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.