Sebelum Gantung Diri, Pemuda Itu Sempat Menulis Puisi

gantung-diri-ilustrasi1kotatuban.com – Cipto Hadi (19), seorang pemuda asal Desa Temandang, Kecamatan Merakurak nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri. Pemuda tersebut berbuat nekat setelah berpamitan kepada temanya ingin menyendiri dan akan membuat sebuah puisi.

Korban nekad mengakhiri hidupnya di kandang sapi milik orang tuanya sendiri. Kejadian tewasnya Cipto dengan posisi menggantung di kandang sapi itu pertama kali diketahui oleh, Wiji, orang tuanya sendiri. Saat itu Widji, masuk ke dalam kandang untuk memberi makan ternak sapi miliknya.

Saat itu, Widji pergi ke kandang sapi yang ada dibelakang rumahnya sekitar pukul 04.30 Wib untuk memberi makan ternaknya. Bapak pemuda tersebut sangat kaget. Sebab, milihat sosok tubuh anaknya tergantung di tiang kandang dengan seutas tali.

”Yang pertama tahu orang tuanya sendiri saat akan memberi makan ternak. Korban gantung diri dengan menggunakan tali tampar,” terang AKP Suharyono, Kasat Reskrim Polres Tuban, Rabu (10/09)

Menurutnya, dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, Cipto datang ke kadang sapi tersebut diantarkan oleh temannya pada malam hari. Namun saat masih di perjalanan sebelum sampai kandang, korban mampir di toko dan kemudian membeli kertas dan bolpoin.

”Kertas dan bolpoin itu rencananya akan dipakai untuk menulis puisi,” ungkapnya.

Sementara itu, petugas yang datang di lokasi kejadian langsung melakukan identifikasi terhadap jenazah korban. Petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban, sehingga dipastikan korban tewas akibat gantung diri.

”Berdasarkan ciri-cirinya, korban murni gantung diri. Di lokasi kita temukan selembar kertas yang bertuliskan dia meminta maaf kepada keluarga dan teman-temannya,” pungkas Kasat Reskrim. (duc)

 

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.