Pedagang Asongan Jadi Tersangka Pelaku Sodomi

kotatuban.com – Syawal Muna (40), seorang pedagang asongan yang biasa berjualan poster di terminal Kebonsari, Kecamatan Tuban ditangkap oleh sejumlah massa yang berada di kawasan terminal bus pariwisata, Minggu (04/05) malam.

Pria yang diketahui kos di Kelurahan Baturetno tersebut ditangkap oleh massa lantaran diduga telah melakukan perbuatan Sodomi terhadap pemuda. Diduga pedagang asongan tersebut mengalami kelainan seksual dengan suka sesama jenis.

Dari sejumlah informasi yang berhasil dihimpun kotatuban.com di lapangan, penangkapan terhadap Pria yang mengaku bernama Syawal itu berawal saat FR, salah satu korban Sodomi yang telah dilakukan Syawal, yang telah terjadi beberapa tahun lalu bercerita kepada keluarganya.

Peristiwa perlakuan tak senonoh terhadap FR itu dilakukan oleh Syawal di kawasan pantai Boom, Tuban. Mendengar cerita kejadian itu, paman korban langsung melakukan pencarian terhadap pelaku yang biasa berjualan poster di kawasan terminal itu.

”Awalnya sudah saya cari-cari pelaku ini kemana-mana, tapi saya tidak pernah ketemu. Selanjutnya, saya berpesan kepada para pedagang asongan yang saya kenal jika ketemu pelaku supaya menangkapnya,” terang Sunoto, Paman dari korban Sodomi itu.

Menurutnya, sejumlah pedagang asongan yang telah mendapatkan informasi jika Syawal merupakan pelaku sodomi, maka pelaku langsung ditangkap. Saat ditangkap pelaku sedang berjualan di terminal wisata tersebut. ”Tadi saat ditangkap itu dia langsung ngaku. Misalkan kalau ketemu saya sendiri dan tidak mengaku ya tidak tahu lagi apa jadinya. Pasti kita hajar ramai-ramai,” lanjut paman korban.

Selanjutnya, pria yang diduga mengalami kelainan seksual tersebut langsung diseret oleh massa ke pos terminal bus pariwisata itu sambil menunggu petugas kepolisian datang. Saat ini pelaku sudah diamankan di Mapolsek Tuban untuk proses penyelidikan lebih lanjut atas kasus dugaan Sodomi tersebut. (duc)

 

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.