Petugas Lapas Terdeteksi Kosumsi Obat Penenang

kotatuban.com – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tuban menemukan sample urine posiif menggunakan obat penenang saat melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tuban, Kamis (04/10).
Satu sampel urine yang positif positif mengandung Benzodiazepine yang merupakan salah satu zat adiktif atau penenang yang terkandung dalam narkoba golongan C tersebut diketahui milik salah satu petugas di Lapas tersebut.
Sidak yang dilakukan di Lapas tersebut merupakan lanjutan setelah sebelumnya BNNK setelah kejadian kasus beberapa minggu yang terkait peredaran pil double L di dalam Lapas. Dalam sidak ini, BNNK melakukan tes urine kepada 22 narapidana (napi) narkoba, sembilan napi yang berperilaku menyimpang dan 59 penjaga rutan dites urin.
Kepala BNNK, AKBP I Made Arjana kepada wartawan mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan satu orang yang positif benzo tidak mengkonsumsi narkoba. Dia sedang menkonsumsi obat-obat untuk menyembuhkan penyakit yang dideritanya.
“Setelah dilakukan assesment, seorang petugas yang positif benzo, menurut keterangan yang bersangkutan sedang mengkonsumi obat sakit gatal,” terangnya.
Dia menjelaskan, selain terkandung dalam narkoba golongan C, benzo juga terkandung dalam obat-obatan tersebut.
 “Obat-obat tersebut memang mengandung benzo. Setelah kami cek, obat-obatan tersebut berasal dari klinik rutan,” ujar dia.
Lebih lanjut dia mengatakan, kegiatan tersebut sebagai langkah antisipasi untuk menghindari penyalahgunaan dan peredaran narkoba di dalam Lapas. Sebab, menurutnya, peredaran gelap narkoba masih ditemukan berasal dari dalam Lembaga Pemasyarakatan.
“Tes urine ini bertujuan untuk memetakan penyalahgunaan narkoba di wilayah sini. Kalau memang positif narkoba, nanti akan dipetakan, narkoba jenis apa, kemudian dapat barangnya dari mana,” lanjutnya.
Kepala Lapas kelas II Tuban, Sugeng Indrawan mengatakan, pihaknya bersama jajaran lainnya akan terus berkomitmen menjaga integritas sebagai petugas Lapas Tuban , tidak terlibat, memakai atau mengendalikan narkoba di dalam maupun di luar.
“Pemeriksaan dilakukan untuk menciptakan keamanan dan ketertiban lingkungan rutan. Untuk mengantisipasi penyalahgunaan narkoba di dalam rutan,” pungkasnya. (rto)
Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban