Razia, Satpol PP Ciduk 8 PSK

kotatuban.com – Sejumlah petugas gabungan dari Satpol PP, TNI, dan Polres Tuban melakukan razia terhadap warung remeng-remeng dan tempat kos yang berada di Desa Sukolilo, Kecamatan Bancar,  Sabtu (01/09). Hasilnya petugas mengamankan delapan perempuan yang diindikasi sebagai pekerja seks komersil (PSK).
Para PSK tersebut diamankan petugas ketika tengah asyik menunggu pria hidung belang di lokasi kejadian. Selanjutnya, dilakukan pendataan dan pembinaan ke kantor Satpol PP Tuban.
“Hasil razia kita mengamankan delapan orang yang di indikasi sebagai PSK,” kata Hari Muharwanto, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tuban.
Penangkapan delapan wanita tersebut merupakan informasi dari masyarakat sekitar yang merasa resah. Selanjutnya, petugas gabungan melakukan patroli atau razia dengan sasaran yang telah ditentukan, sesuai dengan laporan masyarakat tersebut.
Hasil razia diamankan delapan perempuan yang terindikasi sebagai PSK dengan rata-rata telah berusia lanjut. Mereka yang diamankan diketahui berinisial K, L, M, dan Y, yang keempatnya merupakan warga Kabupaten Tuban.
Selanjutnya perempuan berinisial N warga Kabupaten Pati, U warga Kabupaten Blora, S warga Kabupaten Bangkalan, dan Y warga Kabupaten Rembang. Setelah itu, mereka digelandang ke kantor Satpol PP untuk dilakukan pembinaan dan pendataan identitas.
“Mereka telah kita data dan dilakukan pembinaan,” jelas Kepala Satpol PP Tuban.
Setelah itu, mereka juga membuat surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi. Kemudian petugas mengirim perempuan tersebut ke Panti Rehabilitasi Jawa Timur yang berada di Kediri.
“Tindak lanjut dari razia itu, mereka telah dikirim ke panti rehabilitasi di Kediri, dengan dikawal tiga petugas,” terang Heri panggilan akrab Kepala Satpol PP Tuban.
Sementara itu, petugas juga akan melakukan razia serupa dibeberapa lokasi yang rawan terjadinya pelanggaran Perda. Hal itu untuk menciptakan Bumi Wali Tuban aman dan kondusif. (rto) 
Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban