Tak Kapok Razia, Arak Terus Diproduksi

Petugas saat melakukan razia pembuatan Arak di Tuban.
Petugas saat melakukan razia pembuatan Arak di Tuban.

kotatuban.com– Rupanya pengusaha minuman keras jenis arak di Tuban masih terus berproduksi. Meskipun, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban telah memperingatkan pengusaha arak untuk menutup usahanya. Bahkan, peralatan untuk pembuatan arak juga disita. Masih banyaknya produsen arak yang melakukan usahanya tersebut terbukti masih ditemukannya arak saat petugas melakukan razia.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tuban, Heri Muharwanto saat dikonfirmasi kotatuban.com, Selasa (29/04) mengungkapkan, Satpol PP Kabupaten Tuban berhasil mengamankan arak siap edar 170 liter. Selain itu, penegak perda tersebut juga menyita peralatan untuk mengolah minuman keras jenis arak. ”Razia kami ini berasal dari laporan warga yang resah dengan kegiatan produksi arak tersebut,” ungkapnya.

Menurutnya, setelah mendapatkan laporan dari warga petugas mendatang pabrik arak yang berada di Desa Kowang, Kecamatan Semanding. Sedangkan, pabrik arak tersebut diketahui milik Hidayat. Ditempat produksi milik Hidayat tersebut petugas mengamankan satu set alat penyulingan arak dengan kapasitas 600 liter. Selain itu, petugas juga mengamankan 170 liter arak siap edar, dan 20 liter arak yang masih baceman. ”Semua itu, kami amankan untuk barang bukti,” ungkapnya.

Lebih lanjut Heri mengatakan, pembuat arak tersebut melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Tuban nomor 5 Tahun 2004 tentang pengawasan dan pengendalian minuman beralkohol. Selanjutnya, Satpol PP akan setelah mengamankan pemilik pabrik arak dan menyita peralatannya, akan melimpahkan perkara tersebut kepada pihak yang berwenang. ”Ya, nanti bisa saja pembuat arak tersebut dikenakan pidana, jika betul-betul bersalah dan melanggar hukum,” pungkasnya. (duc)

 

Print Friendly, PDF & Email

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban

1 Comment

  1. arak terus… arak terus….. arak terus….. kenapa hanya arak yg dirazia ??? sementara karnopen bebas beredar??? apa karena arak produksi rakyat kecil yg gak ada backing…. apa satpol pp / polisi hanya berani pada rakyat kecil? tp takut / tunduk pada bandar2 karnopen? klo arak di dalam hutan pun bisa di tangkap , tp kenapa bandar2 karnopen yg ada di tengah2 kota tetep aman…..??? saya sedih sekali lihat fenomena ini!!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.