Hulu Bengawan Meningkat, Warga Bantaran Diminta Waspada

image
Papan duga Bengawan Solo di Bojonegoro

kotatuban.com-Curah hujan yang masih cukup tinggi di daerah hulu Bengawasn Solo membuat Tinggi Muka Air (TMA) sungai terpanjang di Pulau Jawa itu juga meningkat kembali. Sebelumnya sempat turun pasca membanjiri sedikitnya 35 desa di lima kecamatan di Tuban yang berada di bantaran sungai tersebut pada Selasa (9/2).

Kasi Kesiap Siagaan Bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tuban, Saefiyudin mengatakan, sejak Kamis (11/2) malam, pihaknya telah menerima informasi aktifitas kenaikan tinggi muka air bengawan solo yang sempat surut dari Bojonegoro.

“Memang laporan dari daerah hulu ada kenaikkan, prediksi sekitar 6 hingga 8 jam akan sampai di Tuban.  Warga sepanjang bantaran mulai Soko hingga Widang kami minta waspada,” kata Asep, sapaan akrab Saefiyudin, Jumat (12/02).

Asep menjelaskan kondisi papan duga ketinggian di Taman Bengawan Solo (TBS) di Bojonegoro saat ini berada di posisi siaga hijau.  Artinya kondisi di Tuban bisa saja mengalami kenaikkan, padahal sore hari sebelumnya menunjukan tren turun dan berada di posisi bawah Siaga Hujau (SH).

“Untuk itu, tim kami terus bersiaga secara mobile di lima kecamatan bantaran,” terang Asep.

Namun begitu lanjut Asep, sampai saat ini masih belum ada laporan dari daerah bantaran di Kabupaten Tuban tanda-tanda meluapnya Begawan solo.

“ Sejauh ini masih aman dan belum ada laporan meluap, namun, menurut pantauan kenaikan cukup signifikan.

Adapun terakhir ketinggian muka air di papan duga Bojonegoro dan Babat pada Jumat (12/1) pukul 09-00 pagi tadi masing-masing TBS Bojonegoro di angka 13.25 diatas siaga hijau (13.00), papan duga di Kecamatan Babat 7.30 di atas siaga hujau (7.00).(kim)

Share and Enjoy !

0Shares
0 0

Direkomendasikan untukmu

About the Author: kotatuban